Tangani Konflik di Papua, Tim Kemhan RI Kunjungi Makorem 172/PWY

By Redaksi 30 Apr 2021, 17:43:40 WIB PAPUA
Tangani Konflik di Papua, Tim Kemhan RI Kunjungi Makorem 172/PWY

Keterangan Gambar : Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan foto bersama Tim Kemenhan RI. (Foto :Istimewa)


Jayapura, Potret.co – Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menerima kunjungan silaturahmi dari Tim Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia di Ruang Kehormatan Makorem 172/PWY, Kota Jayapura, Kamis (29/4/2021).

Pertemuan tersebut juga bertujuan untuk memperoleh saran dan masukan terkait penanganan konflik yang terjadi di Papua oleh Tim Kemhan RI.

Danrem menyampaikan bahwa penyelesaian konflik yang ada di Papua harus melalui pendekatan yang tepat sehingga memberikan kemajuan dalam penanganan konflik yang ada.

Saat ini Korem 172/PWY sedang mengembangkan lima pendekatan yaitu pendekatan kesejahteraan, agama, budaya, hukum dan Ham serta pelestarian lingkungan hidup.

“Hal ini sudah kita sosialisasikan melalui berbagai kegiatan komunikasi sosial dengan seluruh stake holder yang ada di wilayah Korem 172/PWY,” kata Danrem.

Danrem menambahkan, penanganan berbagai masalah serta konflik di Papua membutuhkan satu grand design yang menjadi pedoman untuk dilaksanakan oleh setiap komponen terkait dengan penyelesaian konflik Papua.

"Harus ada pedoman penanganan Konflik Papua dalam bentuk Grand Strategi yang berisi pentahapan yang harus dipedomani dan mengatur secara jelas pencapaian target yang harus dicapai oleh semua stake holder dengan strategi Jaga Keamanan Papua Dengan Pendekatan Kesejahteraan,” ujarnya. Danrem.

Ketua Tim Kemhan RI Kolonel Inf Gema Repelita, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini selain merupakan silaturahmi juga sebagai wadah untuk mendengar masukan serta saran pendapat terkait dengan situasi di Papua.

“Kami ditugaskan dari Kemhan untuk datang ke Papua khususnya Jayapura untuk mendengar masukan serta saran dari pihak-pihak terkait dalam menanggapi situasi dan kondisi Papua saat ini. Sehingga dapat menjadi bahan referensi didalam penanganan konflik yang terjadi di Papua,” ucap Gema. (sur)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video