Permudah Akses MBR Miliki Rumah, REI Papua Harap Perbankan Berlakukan DP Nol Persen

By Redaksi 11 Apr 2021, 14:02:40 WIB EKONOMI
Permudah Akses MBR Miliki Rumah, REI Papua Harap Perbankan Berlakukan DP Nol Persen

Keterangan Gambar : Ketua DPD REI Papua, Maria Nelly Suryani saat memimpin Rakerda REI Papua. (Foto : Syahriah/Potret.co)


Jayapura, Potret.co – Pengusaha pengembang atau developer yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Papua berharap perbankan terutama bank BUMN dan bank daerah yang telah ditunjuk menyalurkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berharap perbankan memberlakukan kebijakan down payment (DP/uang muka) nol persen.

Harapan itu disampaikan Ketua DPD REI Papua, Maria Nelly Suryani dalam kegiatan rapat kerja daerah (Rakerda) DPD REI Papua, di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, regulasi atau kebijakan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia tentang Loan To Value (LTV) untuk kredit properti bersubsidi sifatnya tidak mutlak atau tidak seutuhnya lantaran dalam regulasi tersebut masih ada catatan kaki (footnote) yakni bank yang menentukan sesuai dengan prudential atau kebijaksanaan bank itu sendiri.

“Mereka (perbankan) masih mempertimbangkan. Sebenarnya cara pandang seperti ini harus disesuaikan, karena bagaimanapun juga DP nol persen ini dikatakan oleh mereka, namun tetap MBR tidak tanda tangan kosong, sebab ada bantuan subsidi uang muka dari pemerintah sebesar Rp10 juta per calon debitur untuk wilayah Papua,” ucap Maria.

Maria menjelaskan, bantuan subsidi uang muka Rp10 juta dari pemerintah pusat untuk calon debitur dalam hal ini MBR dibebankan kepada developer yang akan dibayar oleh bank setelah calon debitur melakukan akad kredit rumah, dan oleh bank ditagih ke Kementerian terkait.

Jika perbankan penyalur FLPP memberlakukan DP nol persen, lanjut dia, akan mendorong meningkatnya jumlah MBR yang dapat mengakses rumah bersubsidi.

“Ini kinerja kita bersama, sebab tujuan pemerintah adalah merumahkan MBR yang tinggal dikontrakan. Kalau semakin banyak MBR akses KPR bersubsidi, maka berpotensi menjadi kelas menengah dari sebelumnya rendah,” ucap Maria.

“Perbankan sedang evaluasi mengenai DP nol persen, karena kewenangannya ada di kantor pusat masing - masing bank. Kalau memang kantor pusat memberikan kajian DP nol persen, perbankan di daerah tinggal mengikuti, tetapi kalau tidak bisa nol persen, kami berharap paling tidak DP 1 persen, jangan 5 persen,” lanjut dia.

Kepala Bagian Bisnis Kecil dan Konsumer BRI Kanwil Jayapura, Yura Nuran Aafi mengatakan, pihaknya belum memberlakukan DP nol persen meski kebijakan tersebut telah berlaku mulai 1 Maret 2021.

“Kami sedang tanyakan ke kantor pusat, masih dalam kajian. Jadi belum ada ketentuan tersebut,” ucap Yura melalui pesan singkat, Minggu (11/4/2021).

Head of Region BNI Wilayah Papua, Setiawan Jahja Adie mengatakan, pihaknya tidak memberlakukan DP nol persen, tetapi minimal 1 persen.

“Alasannya pemerintah telah memberikan bantuan uang muka sebesar Rp10 juta untuk setiap debitur. Saya pikir hal tersebut untuk membangun kepemilikan rumah FLPP yang dibeli,” kata Setiawan.

Sebelumnya, untuk dapat menggerakkan perekonomian melalui konsumsi rumah tangga, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan yang dapat memberikan insentif bagi masyarakat untuk melakukan konsumsi sehingga dapat mendorong perbaikan ekonomi Indonesia.

“Kebijakan yang dikeluarkan adalah memberikan stimulus atau melonggarkan Loan to Value atau Financing to Value (LTV/FTV) dan kebijakan fiskal berupa insentif pajak,” kata Naek Tigor Sinaga, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua belum lama ini.

Pemulihan sektor – sektor strategis seperti properti dan kendaraan bermotor mempertimbangkan dampak kepada perekonomian sehingga dapat menghasilkan multiplier effect yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Sektor properti memiliki keterkaitan dengan sektor lainnya sehingga penngkatan permintaan pada sektor ini diharapkan meningkatkan sektor lainnya, sementara, penjualan kendaraan diharapkan akan meningkatkan kelancaran aktivitas ekonomi,” ucapnya. (ari)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video