Kapolda Papua : Demianus Ditembak Karena Menyerang Anggota Satgas dengan Panah

By Redaksi 24 Mar 2021, 05:41:39 WIB HUKUM
Kapolda Papua : Demianus Ditembak Karena Menyerang Anggota Satgas dengan Panah

Keterangan Gambar : Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri. (Foto : Pasificpos.com)


Timika, Potret.co - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri membenarkan adanya penembakan hingga menewaskan Demianus di Mile 48, Minggu (21/3/2021) malam.

“Memang benar Minggu malam terjadi penembakan hingga menewaskan Demianus, namun sebelum ditembak, korban sempat memanah anggota yang sedang melakukan penyisiran di sekitar Kali Kopi.

"Penyisiran dilakukan anggota yang tergabung dalam satgas Newangkawi itu dalam upaya melakukan penegakan hukum terhadap KKB kelompok Joni Botak," kata Kapolda dilansir dari Pasificpos.com.

Dijelaskan, sebelum penembakan itu terjadi terlihat adanya orang yang menggunakan senter yang kemudian melepaskan panah dua kali ke anggota sehingga dibalas dengan melakukan penembakan dan mengenai korban.

Jenazah korban sudah dievakuasi dan saat ini berada di rumah duka di Kwamki Narama, kata Fakhiri seraya mengaku Joni Botak dan kelompoknya saat ini ada di sekitar Mile 48 - Mile 50.

"Masyarakat diharapkan untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar Mile 48-Mile 50 guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Kapolda.

Demianus Magai tewas tertembak pada Minggu (21/3/2021) malam. Demianus Magai merupakan warga Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua.

Demianus Magai tertembak di bagian bokong kiri. Diduga pelakunya oknum aparat yang bertugas dalam operasi penindakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah korban ditemukan oleh istri dan anaknya di sekitar Mile 50 di pinggiran kali tidak jauh dari camp miliknya pada Senin (22/3/2021) . Sekitar jam 9 malam, korban sebagai kepala camp di Mile 50.

“Camp itu ada 4 orang bersama istri dan kedua anak. Malam itu karena bulan terang, korban meninggalkan keluarga untuk pergi berburu," ujar saudara korban, Eriamus Magai saat ditemui di kamar jenazah RSMM, Senin malam.

Hingga pagi, korban belum juga kembali ke camp. Pada malam kejadian salah satu anak korban mendengar suara dentuman. Istri dan anak korban kemudian mencari keberadaan korban dan akhirnya menemukan jenazahnya di pinggir kali.

"Sekali lagi, dia bukan TPN-OPM. Hanya masyarakat biasa. Tujuannya hanya mencari nafkah untuk hidup. Saat itu dia turun ke pinggir kali kalau dari kali sebelah menembak," ujar Eriamus.

Senada dengannya, Neri Magai yang juga salah satu keluarga korban meminta kepada seluruh aparat TNI-Polri membedakan sasaran mereka.

Neri menyesalkan warga sipil yang terus menjadi korban dalam operasi penindakan hukum terhadap KKB, khususnya di area pendulangan. (red)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video