Gelar Uji Publik 3 Raperda, Dewan Terima Keluhan Warga Soal Air Bersih

By Redaksi 26 Apr 2021, 02:20:35 WIB POLITIK
Gelar Uji Publik 3 Raperda, Dewan Terima Keluhan Warga Soal Air Bersih

Keterangan Gambar : Suasana Uji Publik Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Jayapura. (Foto : Fadil/Potret.co)


Sentani, Potret.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura melakukan uji publik untuk 3 rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif, Sabtu (24/4/2021).

Ketiga raperda tersebut salah satunya rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perkebunan Kelapa Sawit yang di uji publik oleh DPRD Kabupaten Jayapura di Distrik Unurum Guay, guna mendapat masukan dari masyarakat. Sehingga dapat menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang berkualitas.

"Kami mengadakan kunjungan ke Distrik Unurum Guay dalam rangka kegiatan Bapemperda, untuk melakukan uji publik atau sosialisasi bersama masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Distrik Unurum Guay," kata Anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat.

"Yang mana, pembahasan yang dilakukan dalam diskusi atau uji publik itu terkait pembobotan Raperda inisiatif Dewan tentang perkebunan kelapa sawit," lanjut Wagus.

Menurutnya, uji publik bertujuan mengakomodasi masukan dari masyarakat untuk menyempurnakan isi raperda sebelum dibahas bersama Eksekutif.

"Jadi dalam uji publik itu, kami meminta masukan kepada rekan-rekan yang hadir dari tokoh masyarakat, akademisi dan juga pihak-pihak lainnya untuk memberikan pembobotan kepada raperda yang akan dibahas oleh Eksekutif nantinya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura itu menyampaikan bahwa masyarakat di Distrik Unurum Guay mengeluhkan terkait sarana dan prasarana air bersih di wilayah tersebut.

"Namun ada hal unik juga dalam kunjungan kami lakukan diluar agenda uji publik raperda tersebut, ada warga beserta pa Kapolsek dan pa Danramil setempat menyampaikan keluhan mereka tentang sarana da prasarana air bersih yang ada di Unurum Guay," ujarnya.

Selama ini, lanjut Wagus, masyarakat Distrik Unurum Guay tidak memperoleh sarana prasarana dari fasilitas air bersih dan selalu mengandalkan air hujan.

"Jadi fasilitas air bersih selama ini di Distrik Unurum Guay tidak ada. Hal itu sangat vital, karena disana juga ada Puskesmas yang juga tidak ada fasilitas air bersih dan mereka selalu mengandalkan dari air hujan," jelasnya.

"Untuk itu, kami harap agar pemerintah daerah bisa menseriusi dan juga bisa mengekspresi apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat disana," ucapnya.

Wagus mengatakan, sebelumnya sudah ada pengerjaan fasilitas air bersih, namun menurut masyarakat pengerjaan fasilitas itu terhenti, dan mereka belum tahu penyebab yang membuat proyek pengerjaan fasilitas tersebut terhenti.

Selain uji publik raperda tentang Perkebunan Kelapa Sawit, juga dilakukan uji publik terhadap dua raperda inisiatif yakni tentang Penyelenggaraan Jasa Kepelabuhanan di Pelabuhan Petikemas Depapre serta tentang Pelayanan Pemeriksaan Hewan Ternak, Produk Asal Ternak dan Lalu Lintas Ternak. (dil)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video