71view

Penerima Vaksin Covid-19 di Papua Tertua Berusia 72 Tahun

Jayapura, Potret.co – Pemberian vaksin Covid-19 terus berjalan. Vaksin inipun diberikan kepada semua tingkatan usia.

"Usia lansia saat ini juga divaksin. Yang paling tua adalah Opung Marpaung yang berusia 72 tahun, dan sebelumnya bapak bupati Sarmi, Edward Fonataba yang berusia 70 tahun," ujar Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dokter Aron Rumainum dikutip dari Pasificpos.com.

Dokter Aron mengatakan, kondisi fisik Opung Marpaung sangat bagus, meski telah berusi lanjut tapi masih mampu mengangkat beban 50 kilogram. Opung Marpaung juga merupakan Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Papua.

Dia menyampaika penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Puncak lebih khusus Dinas kesehatan, karena mampu menggelar pelatihan vaksinator kepada para petugas medis dan paramedisnya, dengan menggunakan APBD Kabupaten Puncak tanpa menunggu dana dari pusat.

 

“Ini membuktikan bahwa pemerintah benar-benar ingin menjaga daerahnya, agar bebas dari virus Covid-19. Kabupaten Puncak merupakan satu-satunya Kabupaten yang menggunakan uangnya sendiri untuk menggelar pelatihan vaksinator bagi tenaga kesehatannya,” tandasnya.

“Untuk itu, saya lebih menganjurkan kepada warga Puncak, untuk divaksin, demi menjaga status kita yaitu zona hijau, pasti aman tidak ada resiko,” lanjut dia.

Pemerintah Kabupaten Puncak menggelar vaksinasi Covid-19 disaksikan langsung oleh Bupati Puncak Willem Wandik di aula Negelar Ilaga, Kabupaten Puncak.

Terlihat beberapa anggota dan perwira di Polres Puncak, yaitu Kapolsek Ilaga, perwira TNI, Perwira Penghubung, yang ikut diperiksa begitu juga para Asisten Setda Kabupaten Puncak, maupun pimpinan OPD, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Bupati Puncak Willem Wandik berkeinginan untuk ikut divaksinasi Covid-19, namun karena antibodinya terhadap virus Covid-19 sudah cukup tinggi lantaran pernah terpapar Covid-19, maka vaksinasi tak dilakukan.

“Vaksin kali ini ditujukan kepada para petugas publik, karena mereka ini akan berhubungan dengan masyarakat, selain itu akan melaksanakan tugas keluar daerah, sehingga berhubungan dengan daerah yang rawan akan covid, oleh sebab itu harus mengikuti vaksinasi sinovac agar bisa kebal terhadap virus ini,” jelas Bupati.

“Sesuai jadwal, setelah ASN dan TNI-POLRI, nantinya vaksin akan diberikan kepada masyarakat, pada bulan Juni mendatang sehingga dirinya berharap agar masyarakat jangan takut, jangan mendengar atau membaca berita-berita hoax, karena belum ada negara yang mampu menghentikan virus Covid19, dalam waktu dekat ini, sehingga vaksin merupakan salah satu solusi mengatasi perkembangan virus tersebut,” lanjut dia. (red)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook