Yonas Nussy : Pemuda Harus Tampil Dalam Pembangunan Papua, Bukan Bicara Idiologi

By Admin 21 Des 2018, 12:00:02 WIB DAERAH
Yonas Nussy : Pemuda Harus Tampil Dalam Pembangunan Papua, Bukan Bicara Idiologi

Keterangan Gambar : Yonas Nussy ; Pemuda Harus Tampil Dalam Pembangunan Papua, Bukan Bicara Idiologi


JAYAPURA - Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Yonas Nussy meminta pemuda Papua untuk fokus tampil sebagai generasi penerus bangsa yang andil dalam pembangunan, ketimbang melakukan tindakan yang menentang idiologi Pancasila atau makar.

Kepada awak media di Abepura, Yonas mengungkap alasan penyataannya itu, terkait aksi kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menggelar demo saat 1 Desember dibeberapa wilayah di Indonesia.

"Kita pemuda Papua harus melakukan evaluasi tentang kegiatan idiologi yang menentang NKRI. Hal ini jika dilakukan terus menerus akan melanggar Undang-undang yang mengatur ketertiban. Dan akan berhadapan dengan aparat keamanan, karena tugas mereka menjaga stabilitas keamanan itu,"kata Yonas belum lama ini. 

Menurutnya, lebih tepat jika pemuda Papua bisa tampil mengisi pembangunan Papua selaku generasi pewaris masa depan Papua. Aksi menentang idiologi dikatakan merupakan aksi politik yang memakan waktu yang cukup panjang, dan membuat susah.

"Kita harus melakukan langkah pasti, kita harus melakukan tindakan pasti untuk kita memberikan penilaian ternyata hal ini (perjuangan idiologi) membuat kita susah,"katanya.

Oleh karena itu kita harus memikirkan keputusan pasti untuk mendesain pergerakan baru untuk mengunci kehadiran pembangunan di segala bidang di Papua ini. Jika tidak begitu, maka kita akan dilihat bahwa kita dinilai tidak mampu mewarisi warisan leluhur kita dengan baik,"sambungnya.

Ditegaskan, hingga saat ini banyak rakyat Papua yang terlalu banyak berbicara tentang politik. Yang jelas-jelas bertentangan dengan idiologi Pancasila, sementara itu melanggar hukum konstitusi.
Dirinya juga meminta pihak Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk bisa mengambil peran merangkul pemuda hingga bisa berkontribusi bagi kemajuan Papua.

"Saya sampaikan kepada Kesbangpol untuk mampu mendatangi kelompok idiologi yang tidak Pancasila,  untuk merangkul mereka sehingga tidak melakukan aksi yanh bisa tidak terjadi korban. Harus didatangi dan dirangkul, jangan menunggu mereka,"katanya.

Lain itu, Yonas yang juga selaku Sekjen Barisan Merah Putih (BMP) Papua mengingatkan 1 Desember merupakan hari perayaan HIV AIDS Sedunia. Momentum tersebut harunya digunakan untuk merefleksi Papua dengan cengkraman virus mematikan tersebut.

"Penderita HIV AIDS di Papua sangat memprihatinkan. Papua sedang digerogoti virus mematikan ini. Gaya hidup sex bebas oleh pemuda kita sangat memprihatinkan. Kita harus melihat persoalan ini. Jangan terlena," pungkasnya.

Sesuai data pihak Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah penderita HIV/AIDS di Papua hingga 30 September 2018 tercatat 38.874 orang. Angka tersebut  terbanyak di Kabupaten Nabire 7.240 orang, selanjutnya Kota Jayapura  6.189 orang, dan Kabupaten Mimika dan Jayawijaya serta daerah lainnnya. Dari angka tersebut, umur usia produktif terbanyak menjadi penderita.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment