Wakapolda Ajak Penggiat Kerajinan Daftaran Hak Cipta

By Admin 30 Mei 2019, 13:44:02 WIB INSPIRASI
Wakapolda Ajak Penggiat Kerajinan Daftaran Hak Cipta

Keterangan Gambar : Pemberian Sertifikat HKI oleh Kemenkum HAM kepada Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki


Potret.co, Jayapura - Banyak warga Papua yang memiliki produk kreatifitas dalam seni lukis dan ukir belum mendaftarkan hak kekayan intelektualnya. Hal ini membuat hasil kerajinan yang dimiliki akhirnya ditiru oleh orang lain. 

Atas kondisi ini, Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Yakobus Marjuki memberi edukasi kepada masyarakat Papua dengan mendaftarkan hak kekayan intelektualnya berupa batik khas Papua ke pihak Kemenkum HAM Papua, Selasa (28/5).

 

"Dengan telah terdaftarnya HKI, maka produk batik ini telah paten. Sehingga tidak akan ada yang meniru corak atau motif seperti ini. Nah ini juga harus masyarakat pahami. Bagi yang memiliki kerajinan khas, apapun itu bentuknya bisa di daftarkan,"kata Marjuki. Kamis (30/5/2019).

Mantan Direktur Intelkam Polda Papua ini mengaku memiliki motivasi untuk terus berinovasi dengan Hak paten tersebut.

"Legalitasnya ada, kualitasnya produk terjamin, maka perlu saya daftarkan sebagai hak paten, itu motivasi saya, ujarnya.

Dia juga mengingatkan potensi para pengrajin Papua harus tumbuh terlebih jelang PON XX tahun 2020 Papua.

"Momen ini harus di siapkan oleh warga Papua, kerajinan apa yang nantinya kita jual pada even akbar itu,"katanya.

Disinggung soal pengerjaan batik, Marjuki mengaku jika saat ini masih dikerjakan di Jogjakarta. Yang menurutnya tempatnya para ahli batik dan seni lainnya.

"Sementara disana dulu, nanti kita berdayakan orang asli Papua untuk membatik. Dan bisa saja produksi kita disini (Jayapura,red) kedepan,"ucapnya.

Max Wambrauw ,Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Papua, menjelaskan HKI mengacu pada dua hal secara umum, yaitu hak cipta dan hak milik industri. Yang diberikan kepada Wakapolda Papua adalah Hak Cipta, dengan kerajinan batik motif khas Papua.

"Kalau sudah terdaftar begini maka memiliki badan hukum. Jika tidak maka sampai kapanpun karya itu akan dianggap sebagai properti umum. Sehingga ada pihak yang memperbanyak tanpa ijin, dan ini merugikan,"jelasnya.

Max mengingatkan semua karya cipta kita harus didaftarkan agar mendapat perlindungan hukum. Jangan di sabotase orang lain.

"Karena kalau sudah di klaim orang lain, maka perlu biaya dan proses panjang untuk mengambil hak cipta itu kembali,"ucapnya.(mint)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment