Wagub Papua : ODP dan PDP akan Dikarantina Selama 14 Hari

By Admin 05 Mei 2020, 19:49:21 WIB DAERAH
Wagub Papua : ODP dan PDP akan Dikarantina Selama 14 Hari

Keterangan Gambar : Rapat koordinasi bersama Forkompimda di Gedung Negara Dok V Jayapura, Selasa (5/5/2020).


Jayapura, Potret.co – Untuk menghentikan penyebaran pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan mengkarantinakan Pasien berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama 14 hari.

 

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil kesepatakan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua pada rapat koordinasi di Gedung Negara Dok V Jayapura, Selasa (5/5/2020).

 

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan menyediakan tempat tinggal bagi warga yang yang berstatus PDP maupun ODP.

 

“Pemerintah punya tempat banyak, ada diklat dan lainnya, kita akan karantinakan semua warga yang statusnya PDP maupun ODP," ucap Wagub dilansir dari Pasificpos.com.

 

 

Wagub menyatakan, fasilitas pemerintah akan digunakan semua untuk menampung warga yang berstatus OPD dan PDP. “Pemerintah menyediakan tempat melakukan isolasi mandiri, saat ini kita tidak tahu warga dengan status OPD dan PDP ada dimana, semua aset pemerintah baik di Kabupaten dan kota semua dipakai untuk melakukan karantina, itu sudah kita sepakati dan kita pakai fasilitasnya,” tegasnya.

 

Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan, satu-satunya jalan untuk memutus penyebaran virus corona dengan melakukan karantina bagi semua warga yang masuk status ODP dan PDP.

Menurutnya, jika dikarantina, jumlah warga kurang lebih tiga ribu orang, diberikan makan selama 14 hari, maka anggaran yang dihabiskan Rp8 miliar lebih.

“Kita lebih baik habiskan Rp8 miliar dan putus penyebaran virus corona daripada tinggal dengan situasi seperti ini terus,” ujarnya.

 

Diketahui, jumlah ODP Papua per 5 Mei 2020 sebanyak 2.355 orang, sementara PDP sebanyak 360 orang. (Redaksi)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video