Wagub Ancam Cabut Izin Usaha Pedagang Nakal

By Admin 13 Mei 2019, 20:34:22 WIB DAERAH
Wagub Ancam Cabut Izin Usaha Pedagang Nakal

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal


Potret.co JAYAPURA - Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengancam bakal mendorong pencabutan izin usaha pedagang “nakal” yang memanfaatkan momentum bulan ramadhan, untuk menjual bahan pokok (bapok) dengan harga selangit.Hal itu, disampaikan Wagub Tinal, usai menerima Duta Besar Belgia diruang kerjanya, Senin pagi.

Wagub menyebut tak salah jika pengusaha harus mengambil untung. Namun, jangan sampai serakah.

“Intinya kalau ada (pedagang) yang jual mahal dan mengambil keuntungan diluar harga ecerah tertinggai (HET), surat ijinnya harus dicabut. Yang pasti kita tidak larang pengusaha ambil untung tapi jangan berlebihan lah, apalagi menjual sampai mengambil keuntungan 100 bahkan 200 persen,” tegasnya.

Wagub Tinal pada kesempatan itu berharap kepala daerah di kabupaten dan kota, segera melakukan operasi pasar bersama instansi terkait. Dengan demikian, diharapkan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tidak terbebani harga yang tinggi.

“Saya sudah keliling di Mall yang ada di Jayapura, saya lihat harga di Jayapura ini meningkat 200 persen daripada yang harusnya dinikmati. Barang sekarang kan sudah diangkut pakai kontainer, sebenarnya tidak ada alasan untuk mahal atau barangnya langkah”.

“Makanya, yang bisa batasi harga jual tinggi ini adalah mereka yang duduk dalam pemerintahan. Masyarakat kan tidak bisa menurunkan, makanya dia pilih wakil rakyat yang akan duduk di DPR lalu bupati atau walikota. Ya saya minta para pejabat publik ini balas dengan mengendalikan harga bapok di pasaran,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, Klemen berharap dinas perindustrian dapat segera turun ke lapangan guna memastikan seluruh bapok yang dijual tidak kadaluarsa. Dia berharap instansi terkait, bisa memastikan agar seluruh bapok yang dijual, layak untuk dikonsumsi masyarakat.(er)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment