TIK Ungkap Temuan Terbaru Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

By Admin 30 Okt 2020, 17:44:38 WIB HUKUM
TIK Ungkap Temuan Terbaru Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Keterangan Gambar : Aktivis HAM, Haris Azhar. (Foto : Instagram Haris Azhar)


Jayapura, Potret.co - Tim Independen Kemanusiaan (TIK) untuk Intan Jaya mengungkap temuan terbaru terkait kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, pada 19 September 2020.

Tim ini terdiri sejumlah tokoh agama, akademisi, dan aktivis HAM di Papua. Diantaranya Pendeta Dora Balubun, aktivis dan jurnalis Viktor Mambor, dan aktivis HAM Haris Azhar.

Tim mencatat setidaknya ada rentetan peristiwa yang terjadi di Distrik Hitadipa, baik berupa baku tembak antara TNI-Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), kekerasan terhadap warga sipil Hitadipa hingga perampasan ruang hidup masyarakat setempat.

"Dan itu terjadi selama setahun terakhir," kata Haris Azhar, Kamis (29/10/2020) dikutip dari Pasificpos.com.

Lebih jauh Haris mengatakan eskalasi kekerasan dimulai dari peristiwa penembakan terhadap 3 tukang ojek pada 2019. Lalu terjadi lagi penembakan terhadap 2 anggota TNI AD oleh TPNPB, pada 17 Desember 2019.

Dia melanjutkan ada sejumlah kematian diduga akibat pembunuhan di luar jalur hukum (arbitrary killings) oleh aparat. Diantaranya pada 26 Januari 2020, Alex Kobogau, seorang warga sipil meninggal karena diduga karena tembakan TNI.

Ada juga kekerasan terus berlanjut pada 20 Februari 2020 di mana dua warga sipil lainnya yakni Kayus Sani (51 tahun), kepala suku Yoparu dan Melki Tipagau (11 tahun), siswa kelas VI SD YPPK Bilogai, Sugapa meninggal diduga tertembak oleh TNI.

"Rentetan peristiwa ini menunjukkan adanya eskalasi kekerasan yang tidak hanya menimbulkan korban dari aparat dan kombatan, tetapi lebih banyak berasal dari masyarakat sipil bahkan beberapa adalah anak-anak," imbuh Haris.

Tim juga merilis kronologi detail bagaimana Pendeta Yeremia tertembak pada 19 September silam. Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, Pendeta Yeremia sempat menyebut bahwa penembaknya merupakan anggota TNI bernama Alpius, yang diakui merupakan anggota yang sering ia bantu dan dianggap sebagai anak.

Pendeta Yeremia, adalah mantan Ketua Klasis GKII Hitadipa Intan Jaya; sampai saat meninggal Pendeta adalah Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Theologia di Hitadipa sekaligus penasihat GKII Wilayah 3 Papua di Hitadipa Intan Jaya Pendeta rutin memberikan pelayanan di dua wilayah Janambu dan Bulapa.

Pendeta dikenal sebagai orang yang memiliki prinsip dan tegas, salah satunya ketika mencari dua anak asal Hitadipa yang hilang sejak 21 April 2020.

Keterlibatan aparat dalam pembunuhan Pendeta Yeremia dikuatkan temuan tim gabungan pencari fakta bentukan pemerintah. Saat ini proses hukum disebut tengah berlangsung.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video