Terus bertambah, Korban Jiwa Rusuh Wamena Menjadi 29 Orang

By Admin 26 Sep 2019, 04:54:24 WIB HUKUM
Terus bertambah, Korban Jiwa Rusuh Wamena Menjadi 29 Orang

Keterangan Gambar : Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal. (Foto: Theresia Paganggi)


Potret.Co, Jayapura - Korban jiwa kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua terus bertambah. Polda Papua mencatat 29 orang meninggal dalam kerusuhan tersebut hingga Rabu (25/9) sore.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, menyebut, para korban rata-rata meninggal karena luka bacok, luka bakar dan terkena benda tumpul. Dia pun mengindikasi jumlah korban akan terus bertambah.

 “Korban meninggal sampai dengan hari ini, (Rabu,red) sebanyak 29 orang. Para korban rata-rata meninggal karena luka bacok, luka bakar dan terkena benda tumpul,” kata Kamal kepada wartawan, Rabu (25/9).
 
Selain korban jiwa, sambung Kamal, Polda Papua mencatat 76 orang mengalami luka-luka. Sementara ribuan pengungsi masih bertahan di Markas TNI, Polri, Rumah Ibadah maupun Kantor DPRD Jayawijaya.

 “Dari 76 korban luka-luka, 6 orang telah  dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jayapura. Ini dikarenakan sejumlah pasien harus mendapat tindakan operasi, sedangkan pasokan listrik di Wamena belum pulih pascakerusuhan,” beber Kamal.
 
Berdasarkan laporan terakhir kerusuhan di Wamena menimbulkan kerusakan yang parah. Tercatat 80 mobil, 30 sepeda motor, 150  rumah dan ruko serta 5 kantor pemerintahan.

 “Jumlah ini belum ditambah kantor dan ruko yang dirusak oleh massa,” katanya.
 
Kamal mengklaim situasi di Kota Wamena telah berangsur kondusif. Namun aparat masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi aksi susulan.

“Situasi dan kondisi di Wamena sudah mulai kondusif, warga masyarakat beberapa sudah mulai beraktifitas, termasuk berjualan,” ujar Kamal.

Polda Papua mencatat 27 orang meninggal dalam kerusuhan tersebut hingga Selasa (24/9). Sebagian besar korban meninggal karena terjebak dalam bangunan rumah maupun ruko yang dibakar. (TFP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment