Terinspirasi ODHA, Film Pendek Karya YABAPHA Sita Perhatian Dunia Maya

By Admin 02 Des 2019, 18:18:51 WIB INSPIRASI
Terinspirasi ODHA, Film Pendek Karya YABAPHA Sita Perhatian Dunia Maya

Keterangan Gambar : Penggalan cerita film kisah penyambung hidup (ist)


Potret.co, Serui – ‘Kasih Penyambung Hidup’ demikian judul film pendek garapan Komunitas Yapen Bangkit Peduli HIV AIDS (YABAPHA) Serui. Film yang menginspirasi itu mampu menyita perhatian dunia maya. Sejak di upload empat hari lalu (28/11/19) lalu, tembus seribu dua ratus penonton.

 

Fenny Pauvi Kalatiku selaku Sekretaris Komunitas YABAPHA kepada tim potret.co mengaku film yang berdurasi sekitar 9 (sembilan) menit ini terinspirasi dari Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang hingga saat ini masih sedang berjuang hidup diluar sana, terkhusus di Indonesia. 

 

“Film ini diperankan teman-teman yang ada dalam komunitas, dibantu rekan komunitas Mawampi Photography, selain itu film ini juga sebagai bahan kampanye peduli HIV AIDS,” kata Fenny, Senin (02/12/19).

 

Dirinya tak menampik, sebagian masyarakat masih ada yang belum menerima sepenuhnya saudara-saudara ODHA di tengah-tengah mereka. 

 

“Saudara kita (ODHA) masih dan terus butuh pendampingan agar mental dan spirit dia untuk hidup terus berlangsung,” ujarnya.

 

Untuk proses pembuatan film pendek ini, dikatakan Fenny agak susah, karena semua pemeran mempunyai kesibukan masing-masing. Termasuk dirinya yang juga mempunyai peran sebagai perempuan yang menyemangati pacarnya.

 

“Ini bisa selesai, berkat ketegasan Pak Indra yang mengutamakan disiplin saat melakukan take film. Dan juga teman-teman yang antusias menyelesaikan film pendek ini,” imbuhnya.

 

Sekretaris Mawampi Photography, Dortheis Terianus Wopi mengaku bangga bisa bersama-sama dengan Komunitas YABAPHA menggarap film pendek. Menurutnya film ‘Kasih Penyambung Hidup’ sangatlah bagus.

 

“Diera digital saat ini, sebagian besar orang lebih memilih menikmati sebuah cerita lewat tayangan Visual ketimbang Membaca,” kata Theis sapaan akrabnya.

 

Dengan adanya Film pendek ini, ia yakin masyarakat mendapatkan pelajaran terkait apa itu HIV AIDS. 

 

“Semoga film pendek ini bisa diterima masyarakat luas dan dan terpenting adalah Pelajaran diambil dari Film pendek ini yaitu jangan mengucilkan ODHA, serta ODHA harus memiliki semangat hidup,” ujarnya. 

 

Sementara Martha Lodar selaku petugas medis di RSUD Serui mengatakan sebagai orang yang sehat janganlah menjauhi ODHA dengan alasan takut ketularan virus yang ada di dalam tubuhnya. “Selama tidak terjadi sentuhan atau transfer darah lewat berhubungan seks dan pemakaian narkoba, penularan itu tidak akan terjadi,” kata Kaka Ata sapaan sehari-harinya.

 

Stigma dan diskriminasi telah menjadi hukuman sosial oleh masyarakat di berbagai belahan dunia terhadap pengidap HIV/AIDS yang bisa bermacam-macam bentuknya seperti tindakan-tindakan pengasingan, penolakan, diskriminasi, dan penghindaran atas orang yang terinfeksi HIV. 

 

Tindakan diskriminasi dan stigmatisasi membuat orang enggan untuk melakukan tes HIV, enggan mengetahui hasil tes mereka, dan tidak berusaha untuk memperoleh perawatan yang semestinya serta cenderung menyembunyikan status penyakitnya. Semoga dengan adanya film ini, stigma, diskriminasi tak terjadi dan semakin banyak orang melakukan tes HIV. (ITH/MIN)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment