Sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS, KPA Tolikara Bidik Multimedia

By Admin 02 Jun 2019, 11:47:40 WIB DAERAH
Sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS, KPA Tolikara Bidik Multimedia

Keterangan Gambar : Ketua KPA Tolikara Usman G. Wanimbo, SE, M.Si diwakili Sekretaris Arianto kogoya,SE foto bersama tim VCT Mobile Tolikara usai tinjau pelayanan VCT Mobile di Karubaga Rabu, 29 mei 2019 pekan kemarin


Potret.Co, Karubaga - Komisi Penanggulangan AIDS KPA Tolikara berkomitmen pada tahun 2019 ini tingkatkan promosi bahaya penyakit HIV/AIDS melalui berbagai media kepada seluruh masyarakat di Tolikara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Penanggulangan AIDS KPA Tolikara Bupati Usman G. Wanimbo, SE, M.Si diwakili Sekretaris Arianto Kogoya, SE usai meninjau pelayanan VCT mobile di Karubaga belum lama ini.
 
Sekretaris KPA Arianto Kogoya mengatakan Usai libur hari raya Idul Fitrie 1440 hijriah, mengaku akan mempromosikan bahaya penyakit HIV/AIDS di tanah Papua khususnya di daerah Tolikara. Bahaya penyakit mematikan yaitu HIV/AIDS yang hingga kini belum ditemukan obatnya ini akan dipromosikan melalui berbagai media selain melalui pemasangan spanduk/baliho templet dan stiker di tempat – tempat umum di seluruh Tolikara juga sosialisasi melalui Gereja – gereja dan sekolah – sekolah mulai dari SD hingga SMA di seluruh daerah Tolikara. 

“Promosi ini selain sosialisasi dengan mengajak masyarakat untuk selalu memeriksakan diri di puskesmas yang ada di Tolikara, dan apabila ditemukan telah terjangkit penyakit HIV/AIDS selalu rajin minum obat anti retro viral ARV, dan juga dilakukan pemutaran Film tentang bangaimana pola hidup sehat, dan bangaimana hidup takut akan Tuhan, pemutaran Film ini dilakukan di tempat – tempat umum seluruh Tolikara”. Ujar Ketua KPA Arianto Kogoya dalam rilisnya kepada Potret.co

Dikatakan kegiatan ini akan melibatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan dari VCT Mobile di RSUD Tolikara,dan juga para pemuda,tokoh agama dan tokoh Perempuan seta pemangku kepentingan lainnya. 

Sementara itu kepala VCT Mobile Tolikara dr. Rifqi hadyan mengatakan tenaga VCT mobile sudah tersebar di setiap puskesmas di seluruh Tolikara selain dipusatkan di Karubaga yang bekerjasama dengan RSUD Tolikara. Menurut data kami di pusat data VCT mobile karubaga secara keseluruhan penderita penyakit HIV/AIDS di Tolikara sangat tinggi dan sangat mengkawatirkan generasi penerus papua kedepan. Karena itu upaya penyelamatan generasi muda papua kedepan berbangai cara promosi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat sangat mendesak untuk dilakukan dari awal.
 
“Apabila langkah ini tidak dilakukan tentu Orang Asli Papua OAP lambat atau cepat akan hilang diatas tanahnya sendiri. Karena itu setiap orang harus jaga diri dan hidup takut akan Tuhan,” Imbuhnya.

Tulis Diskominfo Tolikara dalam rilisnya, hingga saat ini belum ditemukan obat yang bisa menghabiskan penyakit HIV/AIDS itu sendiri. Namun hanya bisa mengikat virus saja dimana hanya bisa mengurangi dampak efek agar tidak terkena penyakit – penyakit yang lain. Karena itu kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk selalu memeriksakan diri disetiap puskesmas di seluruh Tolikara sehingga setiap orang bisa memastikan diri bahwasanya bebas dari penyakit HIV/AIDS atau tidak. (min)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment