SMAN Jayapura Dan SMA Adi Luhur Nabire Jadi Pilot Project Sekolah Basis Asrama

By Admin 08 Agu 2019, 04:40:48 WIB EKONOMI
SMAN Jayapura Dan SMA Adi Luhur Nabire Jadi Pilot Project Sekolah Basis Asrama

Keterangan Gambar : Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Bambang Brodjonegoro meresmikan Peluncuran Sekolah Terintegrasi Berpola Asrama dan Demontrasi Telemedicine di SMAN 3 Jayapura.


Potret.co, Jayapura- Kementrian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Bambang Brodjonegoro meresmikan Peluncuran Sekolah Terintegrasi Berpola Asrama dan Demontrasi Telemedicine di SMAN 3 Jayapura, Rabu, (7/8/2019).

 

Bambang dalam kesempatan itu mengatakan, sistem terintegrasi bertolak asrama adalah sistem baru, dan penerapannya diseluruh Indonesia. Pola asrama dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan bagi para siswa, baik didalam kelas maupun selama di Asrama. 

 

"Karena ini sifatnya masih baru maka kita mulai di dua tempat yaitu yang mewakili SMA Negeri ada di sini SMA Negeri 3 Jayapura dan SMA Adi luhur yang ada di Nabire. Besok saya ke nabire untuk melihat peluncuran yang sama," kata Bambang, Rabu (7/8/2019).

 

Dua SMA itu kata Bambang, telah bisa mewakili dua wilayah adat. Dan nantinya akan diupayakan untuk diwilayah adat lain, termasuk di Papua Barat.

 

"Untuk tahap awal pelaksanaan, supaya baik maka kita lakukan pilot project di dua tempat ini. Sekaligus untuk memastikan sistemnya bisa berjalan baik atau tidak, dan yang paling penting kelangsungan dari operasi sekolahnya juga berjalan dengan lancar,"ucapnya.

 

Dijelaskan, pola Asrama memiliki terobosan sekaligus keunggulan dari sistem pada umumnya. Murid akan lebih memiliki peran ketimbang gurunya. Selian itu, metode penggunaan tablet Android atau IOS diberlakukan pada sistem ini, sehingga diharapkan semua murid dapat mengetahui perkembangan luar negeri.

 

"Tentunya kita harapkan. Nantinya lulusan SMA ini menjadi unggulan yang bisa melanjutkan pendidikan terbaik di jenjang nasional atau bahkan internasional,"katanya.

 

Dalam Inpres 9  mengenai percepatan pembangunan Papua, Bapenas di berikan tugas untuk mengakselerasi pembangunan yang berbasis wilayah adat. Yang prioritasnya adalah anak asli Papua. Sehingga harapannya lulusan SMA tersebut bisa diunggulkan.

 

"Jadi ini termasuk dalam pendidikan. Kita harapkan. semangat ini adalah percepatan dari mereka yang sudah ada di sini maupun mereka yang akan masuk. Sehingga kita harapkan nanti lulusannya bisa benar- benar menunjukan kualitas yang membanggakan," jelasnya.

 

Sementara itu Sekda Provinsi Papua, T.E.A Hery Dosinaen mengungkapkan, Papua dengan wilayah yang sangat luas dan keberagaman suku didalamnya menyebabkan Pemerintah Daerah sulit untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan di Papua, sehingga dengan program ini diharapkan menjadi terobosan baru untuk kemajuan Papua.

 

"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Papua mengucapkan terima kasih kepada Bappenas dan Indonesian American Society of Academics (IASA) yang telah mengkoordinir semua Kementerian terkait, sehingga hari ini kegiatan peluncuran bisa terlaksana karena kami berpendapat bahwa ini merupakan kegiatan penting untuk Papua," ujarnya.

" Kami Pemerintah Provinsi Papua siap untuk memajukan pendidikan dan kesehatan di Tanah Papua, sehingga kami yakin serta percaya bahwa dari Papua Indonesia pasti bangkit,'"sambungnya. (Surya).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment