Setahun DPO, Penyuplai Senpi KKB Intan Jaya Tertangkap di Jayapura

By Admin 05 Jan 2021, 19:15:26 WIB HUKUM
Setahun DPO, Penyuplai Senpi KKB Intan Jaya Tertangkap di Jayapura

Keterangan Gambar : Pengurus KNPB Intan Jaya saat digiring aparat di Polda Papua. (Foto: Mas)



Jayapura, Potret.Co – Salah satu pengurus organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berinisial NT alias NAF tertangkap aparat Kepolisian Daerah Papua, setelah setahun dinyatakan DPO dalam kasus jual beli senjata api untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya.

NT ditangkap saat berkendara di Jalam Sam Ratulangi< Kota Jayapura, depan Universitas Yapis Papua, Senin 4 Januari 2021. Dari tangan NT, aparat mengamankan empat flashdisk, ponsel serta selembar surat tulisan tangan dari KKB Intan Jaya yang ditujukan kepada Bupati Paniai. 

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw kepada wartawan menyebutkan bahwa NT merupakan DPO Polda Papua dan Polres Nabire dalam kasus transaksi amunisi, sejak 25 Januari 2020.  

“NT ini adalah anggota KNPB Intan Jaya sekaligus jaringan pencari senjata api dan amunisi untuk KKB Intan Jaya. Dia ditangkap senin kemarin depan Kampus Yapis Jayapura,” terang Waterpauw, Selasa (05/01/2021).

Selain terlibat dalam transaksi pembelian amunisi, NT juga aktif melakukan propaganda dengan mengangkat isu-isu pelanggaran HAM oleh aparat keamanan di media sosial dalam mendukung upaya penolakan Otsus Jilid II dan pelaksanaan MSN (Mogok Sipil Nasional) 2021.

“Dia aktif dalam organisasi KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dengan jabatan sebagai Sekretaris Umum KNPB wilayah Kabupaten Intan Jaya,” bebernya.

Menurut Waterpauw, NT terlibat dalam dua transaksi senjata dan amunisi di wilayah Nabire. Pertama transaksi amunisi pada 25 Januari 2020 bersama rekannya berinisial PT. 

“Temannya PT alias Paulus Tebay sudah kami tangkap bersama barang bukti 20 butir amunisi dan uang tunai Rp1.110.000. Sementara NT berhasil lolos menggunakan sepeda motor,” katanya.

Kasus kedua, lanjut Jenderal asli Papua ini, transaksi senjata dan amunisi pada 12 Novemver 2020. Aparat berhasil menangkap tersangka Lr, sedangkan NT berhasil melarikan diri. “Jadi ada dua kasus,” jelasnya.

Waterpauw menambahkan masih akan melakukan pengembangan pengungkapan ini. “Pasalnya sama, Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun penjara,” pungkasnya. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video