Seruduk Kantor MRP, Massa Desak Tak Main Politik

By Admin 13 Jan 2021, 18:33:39 WIB PAPUA
Seruduk Kantor MRP,  Massa Desak Tak Main Politik

Keterangan Gambar : Puluhan Massa menggelar aksi di halaman kantor MRP, Rabu (13/1/2021).


Massa minta audit dana Otsus yang ditengarai mengalir ke kelompok separatis

Jayapura, Potret. co - Gabungan organisasi masyarakat menggelar aksi di halaman kantor Majelis Rakyat Papua (MRP),  Rabu (13/1/2021) pagi.  Puluhan Massa tersebut mendesak MRP agar menjalankan fungsinya, bukan bermain politik. 

 

Beberapa pamflet bertuliskan “Lanjutkan Otsus untuk Kesejahteraan Rakyat Papua”, “Kami Masyarakat Papua Mendukung Keberlangsungan Otsus", dan Dana Otsus Harus Dievaluasi dan Diaudit.

 

“MRP adalah repesentatif orang asli Papua yang hanya bertugas untuk melaksanakan tiga fungsi yaitu perempuan, adat, dan agama. Jika melakukan fungsi politik maka keluar dari yang ditentukan pemerintah dan marwah Otsus itu sendiri, ” kata Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua,  Ali Kabiay disela-sela aksi damai di Kantor MRP.

 

Dia mengatakan bahwa dana triliunan rupiah telah digelontorkan pemerintah pusat, tetapi dana itu tidak dipertanggungjawabkan.  Untuk itu pihaknya mendesak MRP agar mendorong pelaksanaan audit terhadap dana tersebut. 

 

“Saat orasi, Saya sempat mengutarakan bahwa ada Rp126 triliun dana otonomi yang sudah sudah diturunkan oleh pemerintah pusat ke daerah, ini tentu merupakan dana yang besar tetapi ada sekitar Rp42 triliun belum ada pertanggungjawaban sampai saat ini,” ucapnya. 

 

“Kami mengingatkan kepada pemerintah untuk harus lebih berhati-hati karena bisa saja dana ini dipakai untuk kepentingan kepentingan separatis karena bukan rahasia umum lagi bahwa banyak pejabat di daerah di Papua yang menggunakan dana Kampung dana hibah untuk kepentingan kelompok kelompok separatis artinya kelompok ini bertentangan dengan prinsip kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut dia.

 

Ali juga meminta masyarakat generasi muda di Papua harus lebih cerdas jangan terprovokasi dengan isu-isu dari kelompok-kelompok yang merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Ada kelompok meminta mogok nasoinal. Apa dampak yang positif bagi kita jadi generasi muda,” ucapnya. 

 

Sementara itu, Ketua Gerakan Merah Putih Provinsi Papua,  Simeon Ohee mengatakan pihaknya telah menggelar aksi  angkat masalah aspirasi otonomi khusus tahap dua tetap berlanjut.

 

“Mengapa saya sampaikan itu?, sebenarnya otonomi khusus itu tidak gagal, yang gagal adalah orang-orang yang tidak dapat menyentuh kepada rakyat, salah menggunakan uang negara,” tegas Simeon.   (Ash/min) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video