Seribuan Milenial Papua Dibekali Tips Tangkal Hoax

By Admin 23 Apr 2019, 21:44:33 WIB DAERAH
Seribuan Milenial Papua Dibekali Tips Tangkal Hoax

Keterangan Gambar : Para pelajar Papua mengikuti talkshow dan deklarasi anti hoax, di Auditorium Uncen, Selasa 23 April 2018 (foto: Asham)


Potret.Co, Jayapura -- Seribuan Milenial Papua deklarasi anti hoax, di Auditorium Uncen, Selasa 23 April 2018. Selain deklarasi, milenial Papua Papua juga dibekali cara menangkal informasi bohong atau hoax. 

Acara talkshow dan deklarasi anti hoax ini dihadiri para pelajar di Kota Jayapura, duta aksi hoax Resa Nangin, Direktur Cenderawasih Leading Center Michael Yaresetouw, penelitian LIPI Adriana Elisabeth dan Prof Hermawan Sulistyo.

Salah peneliti LIPI Adriana Elisabeth dalam materinya menyampaikan bahwa salah satu cara menghindari konten hoax adalah membaca berita secara utuh.

“Selama ini kan hanya membaca judul, tidak membaca secara utuh. Kemudian kurang mengklarifikasi,” kata Adriana Elisabeth.

Tips lainnya, adalah menerima masukan orang lain. Karena perilaku merasa benar juga berdampak dengan hoax.

“Merasa benar dengan pendapat kita. Tanpa menerima orang lain,” ucapnya.

Perilaku merasa benar, akan cepat tengaruh. Sehingga mudah terbawa hoax. Selanjutnya, orang lain cepat terpengaruh hoax adalah dengan pemberitaan terus menerus. Juga menjadi sebab orang terpengaruh dengan hoax.

“Frekuensi berita sering dishare,” tegasnya.

Menangkal hoax, ucap Adriana dengan melakukan analisa, kemudian dipikir sebabnya. Selama ini, orang malas berpikir,  tanpa dianalisis terdahul dan tanpa dipikir dulu.

“Bahaya hoax, bisa membangun kebencian dan membangun ada domba,” tuturnya.

Wainta yang bergelut pada penelitian masalah perdamaian Papua menyatakan salah cara menangkal barita bohong dengan mengaktifkan jurnalis warga.

“Media harus menjadi bagian dengan perdamaian. Perlu aktifkan jurnalis warga, jika ada berita tidak masuk akal jangan diberitakan,” ucapnya.


Sementara Direktur Cenderawasih Leading Center Michael Yaresetouw cara menangkal hoax yakni seseorang harus memiliki filter.

“Kita semua harus memiliki pilter,” ucapnya.

Ia menerangkan bahwa manusia lebih cepat terpengaruh dengan apa yang ada disekitarnya. Sehingga, jika ia selalu melihat yang hoax, maka pribadi akan terbentuk dari apa yang dia lihat dan dengar. 

Untuk mempengaruhi harus dengan menjadikan seseorang sosok. Dengan contoh. 

Salah satu pengelola youtube dengan konten positif Resa Nangin, mengatakan pihaknya membuat konten positif, untuk mengimbangi konten negatif. Sebab, konten negatif juga digemari banyak orang. 

“Harus ada pilihan yang lain yang diberikan.
Hal positif harus terus dilakukan. Lihat saja konten negatif banyak subscribenya. Intinya Baperan Papeda (Baca Pelajari Respon agar Papua Penuh Damai),” ucapnya. (Ham)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment