Sentil Tikus Berdasi, Ini Aspirasi Pendemo ke MRP Terkait Otsus Papua

By Admin 09 Nov 2020, 17:00:42 WIB POLITIK
Sentil Tikus Berdasi, Ini Aspirasi Pendemo ke MRP Terkait Otsus Papua

Keterangan Gambar : Aksi damai di depan kantor MRP, Senin 9 November 2020. foto : Asham



Jayapura, Potret.Co - “Tikus Berdasi yang menyalahgunakan dana Otsus, bikin masyarakat susah,” demikian tulisan salah satu panflet yang disuarakan puluhan pendemo di Kantor Majelis Rakat Papua, Senin pagi.

“Papua merdeka, referendum, semua itu digunakan untuk menutupi kesalahan mereka, yang disebut tikus berdasi. itu alasan kami datang, kami datang untuk menyampaikan aspirasi sebagai orang Papua, jangan terlalu tipu kepada masyarakat,” kata Simoen Ohee, di halaman kantor MRP, Senin 9 November 2020.

Massa yang tergabung dalam Lembaga Gerakan Merah Putih di Tanah Papua dalam aspirasinya berharap ada evaluasi mengenai pelaksaan Otsus di Papua selama 21 tahun, mendukung evaluasi dan audit tikus berdasi yang mengunakan Otsus, mendukung Otsus berlanjut, dan menolak RDP-U di Jayapura. 

Simoen mengatakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDP-U) akan ditolak oleh masyarakat adat jika dilakukan di Jayapura. 

“RDP Umum di Jayapura tidak akan lanjut, awal mula MRP di sahkan di mana, tangga 7 april 2009 disahkan di Biak, maka harus kembali ke Biak,” Ucap Simoen Ohee.

Adapun beberapa peryataan maupun aspirasi yang diserahkan ke MRP di antaranya berbunyi, Otonomi tidak gagal, yang gagal adalah penyalagunaan uang negara oleh tikus berdasi. Selanjutnya, meminta agar anggota MRP diganti orang asli Papua merah putih bukan gado-gado.

Peryataan lainnya, MRP mendaftar hak dan kewajiban pemilik hak ulayat, hutan, pohon, air, ikan, ternak di darat dan burung di udara adalah aset masyarakat adat menunjukkan jadi diri adat.

kemudian, sikap Dewan Adat Sentani sudah mengajukan bagaimana sikap kami mendukung Otsus dalam RDP nanti. Jadi jangan buat kacau di tanah kami dengan mengadakan RDP jilid II dan RDPU sialakan di lakukan di Biak. 

Sikap lainnya, TNI/Polri adalah pelindung rakyat pembela kebenaran dan menjaga keamanan tidak mengeluarkan peluru sembarangan di tubuh orang tak bersalah, melakukan penembakkan pelanggaran HAM.

Anggota MRP yang menemui massa aksi sekaligus menerima apsirasi yakni Minggus Madai, Stedy Nef Penggu, MA dan Nikolas Deai.

“Aspirasi ini. Nanti kita bawa ke pimpinan untuk direnungkan secara bersama-sama. Sesuai aspirasi yang disampaikan akan sama dilanjutkan,” kata Nikolas Deai. (Ash/Min) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment