Selain Pecat, Pemuda Papua Minta Proses Hukum Anggota Yonif 755/Yalet Dilakukan Secara Terbuka

By Admin 15 Apr 2020, 14:32:07 WIB HUKUM
Selain Pecat, Pemuda Papua Minta Proses Hukum Anggota Yonif 755/Yalet Dilakukan Secara Terbuka

Keterangan Gambar : Sekjen KMP3R Jansen Previdea Kareth


 

 

Potret.Co, Jayapura -  Sekjen Koalisi Mahasiswa Dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R), Jansen Previdea Kareth meminta agar oknum TNI yang terlibat dalam bentrok personel TNI-Polri di Kasonaweja yang menyebabkan tiga anggota Polres Mamberamo Raya meninggal dunia diproses hukum secara terbuka.

 

“Saya Merasa perbuatan penembakan yang menghilangkan nyawa tiga putra terbaik anak asli Papua ini perlu ditindak tegas melalui proses hukum militer tetapi juga  diproses melalui hukum positif yang dilakukan secara terbuka agar memberikan efek Jera,” kata Jansen di Jayapura

 

Ia juga menekankan agar para pelaku segera diberhentikan jika terbukti melakukan penembakkan. Pihaknya tak ingin para pelaku berlindung di dalam jubah institusi TNI.

 

“Siapapun menggunakan senjata sebagai alat Negara untuk saling membunuh atau menembak sesama anak bangsa segera dipecat,” tegas

 

Sebelumnya, kesalahpahaman antara anggota TNI dan anggota Polri, pada tanggal 12 April di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, menyebabkan  tiga anggota Polri. Ketiganya adalah Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander, dan Bripda Yosias. 

 

Sementara, Danrem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Kol Inf J Binsar Parluhutan Sianipar mengakui sebanyak 28 anggota Yonif 755/Yalet yang sebelumnya bertugas di Kasonaweja, Mamberamo Raya, Papua, kini berada di Kota Jayapura guna diperiksa POM Kodam XVII/Cenderawasih terkait bentrok TNI-Polri di Kasonaweja. (Ash)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment