Rusuh Waena : Anarkis Mahasiwa Adalah Strategi KNPB

By Admin 26 Sep 2019, 04:53:19 WIB POLITIK
Rusuh Waena : Anarkis Mahasiwa Adalah Strategi KNPB

Keterangan Gambar : Aparat berjaga-jaga di depan Kampus Uncen, Senin 23 September 2019 (Foto: Asham)


Potret.Co, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menuding kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berada di balik aksi anarkis mahasiswa di kawasan Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, pada  Senin (23/9).

Fakta ini menyusul tertangkapnya dua anggota KNPB berinisial AA dan AD dalam kerusuhan tersebut. Mereka tertangkap saat berada diantara ratusan mahasiswa yang bertindak anarkis menyerang aparat keamanan di wilayah itu.

“Dua dari 7 orang yang kami tetapkan sebagai tersangka, pada Selasa malam adalah anggota KNPB. Mereka kami tangkap bersama-sama dengan ratusan mahasiswa anarkis di Expo Waena, Jayapura,” beber Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Rabu 25 September 2019.

Kamal menyebut, peristiwa di Expo Waena merupakan stretegi dari KNPB untuk membuat situasi keamanan tidak kondusif. Tudingan ini menyusul aksi damai mahasiswa di Uncen Jayapura berubah drastis saat berada di kawasan Expo Waena. Mereka menyerang aparat yang berjaga maupun saat menikmati makan siang.

“Ini adalah strategi yang dibangun KNPB untuk membuat situasi tidak kondusif karena negosiasi di Uncen Jayapura aman-aman saja. Namun setelah sampai di Expo, malah terjadi penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aparat keamanan,” ujar dia.

Saat ini, sambung Kamal, pihak kepolisian masih mengembangkan keterangan kedua tersangka terkait kerusuhan di Expo Waena.

 “Dua anggota KNPB ini terlibat dalam aksi unjuk rasa di Jayapura pada tanggal 19 dan 29 Agustus lalu. Keduanya telah ditetapkan tersangka atas tuduhan Makar sebagai diatur dalam Pasal 106 KUHP,” kata Kamal.
 
Sebelumnnya diberitakan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bertindak anarkis di kawasan Expo Waena, Kota Jayapura, Senin (23/9). Prajurit TNI bernama Praka Zulkifli gugur akibat dibacok massa pada bagian kepala.

Enam anggota Brimob juga dilaporkan mengalami luka berat akibat diserang massa. Penyerangan ini menimbulkan bentrokan hingga menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia. 733 mahasiswa ditangkap pascakerusuhan, 726 orang telah dipulangkan, sedangkan 7 sisanya ditetapkan sebagai tersangka. (TFP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment