Rakyat Papua Berniat Denda Adat KPK Rp10 T

By Admin 15 Feb 2019, 19:44:23 WIB DAERAH
Rakyat Papua Berniat Denda Adat KPK Rp10 T

Keterangan Gambar : Ribuan warga Papua mengangkat tangan sebagai bentuk penolakan terhadap intimidasi KPK terhadap Gubernur Lukas Enembe, saat berunjuk rasa di halaman kantor gubernur, kemarin.


Potret.co JAYAPURA – Ribuan warga bumi cenderawasih yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua, mengancam bakal mendenda adat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berkenaan dengan dugaan intimidasi atas skenario Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dirancang lembaga antirasuah tersebut.

Tak tanggung-tanggung, denda adat yang dilayangkan senilai Rp10 triliun, karena KPK dianggap sudah melakukan pembunuhan karakter terhadap Gubernur Lukas Enembe.

“Ini budaya kita orang Papua. Artinya bagi mereka yang sudah melanggar dan mempermalukan masyarakat Papua harus bayar adat,” tegas penanggung jawab demo Alberto Wanimbo saat berorasi dihadapan ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua, di halaman kantor Gubernur Dok II Jayapura, Rabu (13/2) petang.

Tak hanya mendenda, Alberto juga memastikan setelah aksi demo damai memberi dukungan kepada Gubernur Lukas, pihaknya meminta DPR Papua membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membuat peradilan rakyat.

Peradilan rakyat tersebut diharapkan memberi shock terapi bagi lembaga KPK di Jakarta agar tak lagi mempermainkan masyarakat Papua.

“Kita pun bahkan siap membentuk tim advokat untuk menggugat KPK. Sebab dugaan skenario OTT oleh KPK yang di hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2), pernah dilakukan sebelumnya untuk mengkriminalisasi gubernur.  

“Model pembunuhan karakter kepada Gubernur Lukas, sudah dilakukan sebelumnya dengan isu korupsi pembangunan jalan Kemiri – Depapre. Lalu dugaan korupsi beasiswa mahasiswa luar negeri, lalu. Kini mau digiring dengan OTT untuk ketiga kalinya namun tak berhasil sehingga kita semua rakyat Papua harus bergandeng tangan. Lawan satu bentuk ketidakadilan terhadap orang Papua,” tegas ia.

Diketahui, ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua berunjuk rasa menyatakan sikap menolak intimidasi terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh KPK menyusul insiden yang terjadi di hotel Borobudur, Sabtu (31/2) lalu.

Massa  memadati halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (13/2) sambil membawa spanduk dan poster  mereka menyatakan dukungan terhadap Gubernur Lukas Enembe dan jajaran SKPD pemprov Papua yang dinilai punya hati tulus untuk membangun Papua.(win/harianpagipapua)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video