Pombohongan Publik, Polda Papua Harus Lakukan Penegakan Hukum Terhadap Socratez dan Benny

By Admin 09 Apr 2020, 07:33:20 WIB POLITIK
Pombohongan Publik, Polda Papua Harus Lakukan Penegakan Hukum Terhadap Socratez dan Benny

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Albert Ali Kbiay


Potret.Co, Jayapura - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Albert Ali Kbiay mendesak aparat melakukan penegak hukum terhadap Socratez Sofyan Yoman dan Benny Wenda. Sebab, keduanya mengatakan bahwa penembakan terhadap warga asing dilakukan oleh TNI.

Peryataan tersebut dianggap sebagai pembohongan publik dan ujaran kebencian. Selain itu, peryataan itu, termasuk membangun opini untuk membenci lemabag dan pemerintahan.

"Apa yang disampaikan oleh Socratez dan Benny Wenda adalah Berita Bohong dan Ujaran Kebencian terhadap TNI, Polda Papua agar melakukan penegakan hukum terhadap mereka, karena mereka ini kalau dibiarkan akan akan terus membangun opini yang membenci pemerintah," terangnya.

Sebelumnya, keduanya menyatakan bahwa penembakan kepada 3 karyawan di Kuala Kencana PT. Freeport Indonesia dan menewaskan satu warga negara asli asal Selandia Baru adalah rekayasa TNI Polri.

Ali menegaskan bahwa pernyataan oleh Socratez dan Wenda itu tidak benar. Bahkan Ali juga menunujukkan bukti video yang menggambarkan tindakan membati buta oleh KKB di areal Kuala Kencana tersebut.  

"Video ini menjadi salah satu bukti  bahwa pernyataan dua tokoh tersebut telah merugikan orang lain,  apa yang telah disampaikan oleh Benny dan Socratez itu tidak benar, bohong semuanya” tegasnya.


Socratez selama ini mengaku sebagai Tokoh Agama, seharusnya tokoh agama itu memberikan edukasi yang baik kepada jemaatnya, bukan sebaliknya membangun rasa kebencian dari jemaatnya untuk melawan pemerintah.


Sebagai orang yang paham akan agama dirinya meminta agar  Socratez lebih bisa memberikan masukan yang positif terhadap jemaat agar tidak tergiring opini yang meresahkan. (min)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video