Polisi Dalami Motif Penikaman Caleg

By Admin 24 Apr 2019, 16:06:16 WIB HUKUM
Polisi Dalami Motif Penikaman Caleg

Keterangan Gambar : Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal. (Foto: Mas)


 

Jayapura – Kepolisian Sektor (Polsek) Sugapa masih mendalami motif penikaman calon legislative (caleg) berinisial AB dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara di Distrik Bidogai, Kabupaten Intan Jaya, Selasa (23/4) kemarin. 

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan, Rabu (24/4) mengatakan, penyidik Unit Reskrim Polsek Sugapa masih melakukan pemeriksaan terhadap TB, pelaku penikaman caleg di Kabupaten Intan Jaya. 

Baca juga: Diduga Rebutan Suara Caleg di Intan Jaya Tikam Caleg 

“Masih didalami motif dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, sebab korban dan pelaku sama-sama caleg di Kabupaten Intan Jaya,” kata Kamal usai menghubungi penanggung jawab keamanan di wilayah Intan Jaya.  

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Kamal menduga penikaman ini dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap korban dalam pelaksanaan Pemilu di wilayah tersebut. “Motif awal sakit hati, mereka rebutan atau saling tarik menarik suara dalam Pemilu dengan mempengaruhi masyarakat,” ungkap Kamal. 

Ia menambahkan, pihak kepolisian setempat belum melakukan penahanan terhadap pelaku hingga proses pemeriksaan berakhir. “Jika terbukti dan memenuhi unsur, pelaku dapat dikenai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tegasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang calon legislative (caleg) berinisial TB  nekat menikam caleg berinisial AB yang menjadi saingan dalam Pemilu di Kabupaten Intan Jaya.  Aksi penikamam ini sendiri terjadi saat Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara di Distrik Bidogai, Kabupaten Intan Jaya, Selasa (23/4).

Peristiwa itu menyebabkan Caleg AB dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sugapa, karena mengalami luka tusuk pada bagian perut dan memar yang diduga akibat terkena lemparan batu.  (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment