Polda Tangani 43 Kasus Penyalahgunaan Dana APBD di Papua

By Admin 05 Jul 2019, 16:40:58 WIB HUKUM
Polda Tangani 43 Kasus Penyalahgunaan Dana APBD di Papua

Keterangan Gambar : Direktur Reskrim Khusus Polda Papua, Komisari Besar Polisi Putu Putera Sadana. (Foto: Mas)


Potret.Co, Jayapura – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua tengah menangani 43 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di 18 daerah di Provinsi Papua. Hal ini diungkapkan Direktur Reskrim Khusus Polda Papua, Komisari Besar Polisi Putu Putera Sadana, Rabu (3/7) lalu. 

Menurut Putu Putera Sadana, penyalahgunaan dana APBD paling tinggi terjadi di Provinsi Papua. “Dari 73 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani kami, 43 kasus diantaranya penyalahgunaan dana APBD,” terang Putu. 

Putu menuturkan, modus kasus korupsi yang ditanganinya didominasi penyalahgunaan anggaran.

“Rata-rata dari 73 kasus berupa penyalahgunaan anggaran, namun akan terus didalami,” kata pria asal Bali ini. 

Selain menangani kasus penyalahgunaan dana ABPD, Polda Papua juga tengah menangani delapan kasus penyalahgunaan dana APBN yang terjadi di dua daerah di Papua. Sementara untuk penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai 6 kasus kasus yang terjadi di lima  daerah. 

Demikian pula penyalahgunaan Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak enam kasus yang terjadi di dua daerah.

“Saat ini kami juga menangani 4 kasus penyalahgunaan dana desa yang terjadi di 4 kabupaten/kota. Sementara penyalahgunaan dana hibah dan dana otonomi khusus yang ditanganinya, masing-masing sebanyak 3 kasus yang terjadi di 2 kabupaten/kota,” bebernya. 

Putu menambahkan, pada semester awal tahun 2019, pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 3.355.000.000. 

“Kami terus berupaya meningkatkan penyelamatan uang negara dalam semester II ini,” aku Putu saat disinggung faktor yang menjadi penyebab kecilnya jumlah nilai penyelamatan uang negara. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment