Peternak Sapi Keerom Topang Kebutuhan Daging PON XX

By Admin 09 Agu 2020, 11:18:55 WIB PAPUA
Peternak Sapi Keerom Topang Kebutuhan Daging PON XX

Keterangan Gambar : Proses Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi di Kabupaten Keerom. Foto: Mas



Keerom, Potret.co – Pemerintah Kabupaten Keerom telah memastikan kesiapannya dalam memenuhi kebutuhan daging untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021 mendatang. 


Kesiapan ini tercermin dari langkah Bupati Keerom, Muhammad Markum yang berupaya meningkatkan kualitas daging sapi unggulan melalui Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik. Bahkan pemimpin yang dikenal santun ini turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan proses kawin suntik bersama para peternak sapi, Kamis (6/8/2020).  


Tak hanya itu, Malensius Musui calon pendamping Bupati Markum dalam Pilkada 2020 turut mencoba teknik menyuntikan semen beku (sperma sapi) kepada ternak milik peternak lokal menggunakan alat bantu.


Bupati Keerom, Muhammad Markum menyatakan telah mendatangkan lebih dari 1.300 straw atau semen beku dari total 3.000 semen beku yang dipesan dari Singosari, Lembang dan Malang. Seribu semen beku di antaranya telah didistribusikan kepada peternak di wilayahnya.


“Tahun ini pengiriman semen beku bantuan dari Pemda Papua terhambat karena ada Covid. Meskipun terkirim, kebutuhan tidak terpenuhi semuanya, maka itu saya berkeinginan dan telah mendatangkan bersama-sama dari Kelompok Peternak di Keerom,” kata Markum.


Selain untuk meningkatan perekonomian peternak di Keerom, program Inseminasi Buatan juga bertujuan untuk swasembada pangan dan swasembada daging dalam memenuhi kebutuhan PON tahun 2021 mendatang. 


“PON diundur, tapi malah menjadi keuntungan bagi peternak, karena ada waktu sembilan bulan daging sapi dari Keerom untuk memenuhi kebutuhan PON 2021,” terangnya.  


Markum pun membeberkan kebutuhan daging untuk Hari Raya Idul Adha yang telah berhasil dipenuhi dari peternak di wilayahnya. Bahkan hasil penjualan daging sapi pada Idul Adha yang juga dikenal dengan Hari Raya Kurban telah menyentuh Rp10 miliar.


“Kebutuhan untuk Hari Raya Kurban ada 600 lebih, ini untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura termasuk Keerom. Sapi dijual Rp15 juta per ekor, sehingga total hasil penjualan pada Hari Raya kemarin Rp10 miliar,” ungkapnya.


Dia menyatakan akan terus berupaya mengembangkan potensi pertanian, peternakan dan perkebunan di wilayahnya untuk meningkatkan perekonomian warga Keerom. Misalnya dengan memberikan motivasi kepada pemuda di wilayahnya untuk bertani dan beternak.  


“Keerom tidak memiliki laut, sehingga mau tidak mau maupun suka tidak suka harus mengembangkan peternakan, pertanian hingga perkebunan di wilayah Keerom,” kata sosok pemimpin yang dikenal santun ini. 


Dokter Hewan Siti Astuti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan serta memberikan pengetahuan kepada para peternak di Kabupaten Keerom, sehingga peternakan di wilayahnya dapat berkembang maju.


“Tujuan kami untuk membangun peternakan agar lebih baik lagi ke depan. Namun saya ucapkan terima kasih kepada bapak bupati yang sudah memberikan bantuan bibit straw (semen beku) karena hampir 4 bulan belakangan ini khususnya para peternak sapi kekurangan straw,” kata Siti.


Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Peternak Sapi Keerom (KPSK), Achmad Tarjono menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Keerom dan tim kesehatan membantu peternak sapi untuk meningkatkan kualitas ternaknya.


“Kami hadir di Keerom ini untuk menjadi salah satu wadah pemersatu antar peternak sapi. Selain itu memberikan solusi untuk duduk bersama mencari formula-formula apa yang akan kita lakukan di depan untuk peternak sapi lebih menonjol dari sebelumnya baik dari bibit sapi atau pun pakan,” tuturnya. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video