Penyelesaian Kasus Curanmor di Papua Menurun Tajam

By Admin 05 Jul 2019, 16:29:02 WIB DAERAH
Penyelesaian Kasus Curanmor di Papua Menurun Tajam

Keterangan Gambar : Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung saat mengecek barang bukti kasus pencurian motor


Potret.Co, Jayapura - Penyelesaian kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukum Kepolisian Daerah Papua mengalami penurunan yang sangat tajam dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2019 ini.  

Penyelesaian kasus curanmor  pada semester awal tahun 2019 hanya mencapai 95 kasus dari 716 kasus. Sementara pada semester awal 2018, penyelesaian kasus curanmor mencapai 527 kasus dari 1.049 kasus. 

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Albert Rodja kepada wartawan menyebutkan, kasus pencurian kendaraan bermotor di Papua masuk dalam kejahatan konvensional menonjol sama seperti kasus pencurian dengan kekerasan, penganiayaan , serta pengeroyokan. 

"Curanmor di Papua menjadi perhatian serius bagi Polda Papua serta Polres jajaran, namun bukan hanya polisi saja yang punya tanggung jawab, melainkan pemilik motor pun punya hal yang sama yakni meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan safety kendaraannya sendiri," kata Rodja. 

Menurut Jenderal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, laporan kasus pencurian motor di wilayah hukum Polda Papua, dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2019 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2018. 

Untuk, diakui Rodja, semester awal 2019 kasus curanmor mencapai 716 laporan, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 1.049 laporan. Namun penyelesaian kasus curanmor pada 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kasus pencurian kendaraan bermotor pada awal semester 1 tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan kasus mencapai 333 laporan atau sebesar 32 persen dari tahun sebelumnya,” urainya.

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal menyebutkan, kasus pencurian motor dan peredaran narkotika di Papua masing saling terkait.  Fakta ini menyusul sepeda motor hasil curian kerap menjadi alat tukar mendapatkan ganja di wilayah perbatasan Papua Nugini.

"Peta pelaku dominan pemakai ganja bahkan pengedar ganja. Hasil kejahatannya ada yang dibarter langsung di PNG, bahkan dijual ke penadah lalu uang dipakai untuk membeli ganja," ungkap mantan Wakapolresta Depok ini. (mas)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment