Penarikan Personil TNI Bukan Solusi Untuk Nduga

By Admin 21 Jul 2019, 21:36:26 WIB DAERAH
Penarikan Personil TNI Bukan Solusi Untuk Nduga

Keterangan Gambar : Tokoh pemuda Papua Alberth Ali Kabiay


Potret.Co, Abepura - Tokoh pemuda Papua Alberth Ali Kabiay menilai penarik personel TNI dari Kabupaten Nduga tak akan menyelesaikan konflik di Kabupaten Nduga. Ia menyatakan permintaan Bupati Yairus Gwijangge bukanlah sebuah solusi.

"Saya kira permintaan yang disampaikan oleh Bupati Nduga Yairus Gwijangge untuk menarik personel TNI bukanlah solusi," 
kata Alberth Ali Kabiay yang juga Ketua DPW Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua di Kota Jayapura, Sabtu.

Menurut dia, permintaan yang dialamatkan kepada Presiden Jokowi itu sangat tidak beralasan dan mendasar karena persoalan 
yang terjadi di Nduga yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Jayawijaya, bukan karena kehadiran personel TNI tetapi 
karena adanya konflik sosial dan kriminal yang terjadi sejak empat hingga enam tahun terakhir.

"Kita semua tahu bahwa di Nduga itu pernah terjadi salah paham pada beberapa tahun belakangan ini, mulai dari jumlah 
persoalan penduduk yang disampaikan oleh pemerintah setempat dan polemik di DPRD hingga jatuhnya korban dan terjadinya 
pengungsian ke Wamena Kabupaten Jayawijaya," katanya.

Lalu, adanya kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang ingin menunjukkan eksisnya dengan mengganggu kedaulatan 
bangsa dan negara yang terlihat dalam aksi pembantaian para pekerja jalan transPapua dari PT Istaka Karya, yang berdampak 
pada mengungsinya warga Nduga ke kabupaten tetangga seperti ke Lanny Jaya dan Jayawijaya.

"Ini berarti ada persoalan mendasar, bukan karena adanya personel TNI. Dengan adanya masalah seperti itu, menunjukkan 
bahwa Bupati Nduga tidak paham persoalan dan tidak mampu menyelesaikan, apakah karena jarang ditempat tugas atau ingin 
melindungi kelompok yang berseberangan dengan pemerintah dan meminta menarik personel TNI," katanya. 

Padahal, kata dia, personel TNI yang ada di sejumlah tempat di Nduga hanya untuk melindungi kedaulatan bangsa dan negara 
dari para KKSB dan membantu menyelesaikan pembangunan jalan transPapua yang akan menghubungkan daerah pedalaman hingga ke 
perkotaan.

"Saya juga khawatir jangan sampai Bupati Nduga telah diintimidasi oleh pihak KKSB atau dipengaruhi oleh pihak-pihak yang 
ingin menjual isu Papua ke luar negeri, apalagi Beny Wenda baru saja mendapatkan award dari Pemerintah Kota Oxford, 
Inggris. Hal ini tidak boleh didiamkan oleh pemerintah pusat, harus diperhatikan," katanya.

Alberth menyarankan sebaiknya Bupati Nduga Yairus Gwijangge menggelar tatap muka dengan Dandim 1702/Jayawijaya dan 
Kapolres Jayawijaya serta dengan para tokoh agama dan adat, bukan dengan aktivis yang berkedok untuk melindungi orang asli 
Papua untuk mencari solusi tetapi malah menjual isu Papua ke luar negeri dan mendapatkan keuntungan pribadi.

"Ya, sebaiknya Pak Bupati Nduga gelar pertemuan Forkompimda untuk bahas persoalan yang ada, jangan buat pernyataan yang 
kurang elegan dan memojokkan institusi tertentu. Ingat bahwa pemerintah pusat di jaman Jokowi sangat perhatikan Papua, 
jadi manfaatkan hal ini untuk kemajuan bukan kemunduran," katanya.

Sebelumnya, Bupati Nduga Yairus Gwijangge didampingi sejumlah tokoh Papua di Jakarta menggelar jumpa pers dan meminta 
personel non organik TNI ditarik dari wilayah itu. (Ham)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment