Pemerintah Diminta Selesaikan Kasus Nduga Dengan Baik

By Admin 17 Mar 2019, 20:48:12 WIB DAERAH
Pemerintah Diminta Selesaikan Kasus Nduga Dengan Baik

Keterangan Gambar : Latifa Anum Siregar


Potret. co, Jayapura - Direktur Aliansi Demokrasi Untuk Papua (ALDP) Latifa Anum Siregar menyebut dua hal yang perlu menjadi atensi di Kabupaten Nduga, yakni terkait krisis kemanusian dan siklus kekerasan.

Krisis kemunusian karena masyarakat sipil hampir seluruhnya tidak ada lagi di kampung - kampung. Mereka mengungsi ke banyak tempat termasuk di Wamena. 

Dari teman - teman tim relawan bilang bahwa ada sekitar dua ribu orang dan sekitar 600 anak sekolah dan sekitar 80 orang guru yang ada di sekolah pengungsian di Wamena.

"Ini harus di tangani dengan baik. Mereka harus di berikan tempat yang layak, tetapi mereka juga diberikan waktu untuk trauma hiling mereka. Dan juga mereka dijamin pendidikannya baik muridnya dan juga gurunya dan juga status yang mengungsi ini,"katanya saat di temui usai membawakan materi dalam seminar sehari Demokrasi Dan HAM di Papua Hari Ini. di Aula Kampus USTJ, Sabtu (16/3/2019).

"Karena ini secara kemanusian mereka memang adalah pengungsi karena kehilangan tempat tinggal dan besignit mereka tidak tersedia," sambungnya.

Yang kedua terkait siklus kekerasan yang terus terjadi. kita ingin agar itu dihentikan. Pemerintah harus mencari model - model mediasi, model- model dialog yang bisa menyelesaikan masalah. 

Jika aksi kekerasan terus terjadi, maka dipastikan aktivitas pemerintahan, dan lainnya lumpuh.

"Jadi dua hal ini harus diselesaikan untuk menghentikan siklus kekerasan dan juga krisis kemanusian. Pemerintah harus melihat kondisi ini," ujarnya.

Ditegaskan, persoalan Nduga bukan saja tanggung jawab dari masyarakat sipil, tetapi juga menjadi tanggung jawab dan perhatian dari pemerintah daerah, Bupati, DPRP dan MRP untuk bersuara bersama - sama menangani dua hal tersebut. Dan kita semua yang merasa peduli dan prihatin dengan situasi kemanusian di Papua. (Surya)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment