Pemekaran Provinsi atau Kabupaten Ibarat Kadang Kurungan Ternak Babi

By Admin 15 Sep 2019, 18:22:11 WIB DAERAH
Pemekaran Provinsi atau Kabupaten Ibarat Kadang Kurungan Ternak Babi

Keterangan Gambar : Kope Wonda


Penulis : Kope Wonda

Sebagai anak dari kampung dan juga berasal dari orang tua berlatar belakang petani dan juga peternak, ingat betul dalam memori saya,  Apa yang biasanya dilakukan oleh kedua orang tua saya. Kami mempunyai ternak hewan (BABI) yang membutuhkan perawatan dan pemeliharaan. Salah satuh kebutuhan ternak Babi adalah kadang Babi (Tempat Tinggal Babi) dalam satu Honai. Dalam satu honai itu dibuat beberapa petak dibatasi dengan papan dan kayu penyangga sesuai ukuran besar kecilnya Babi.  Saya senang sekali memberikan makan makanan kepada ternak itu dalam kotak atau kurungan itu masing-masing. 

Jadi, Babi dari kotak yang satu tidak bisa pindah ke kotak yang lain. Karena dibatasi dengan papan dan tiang pemisah dan penyangga. Bahkan,  Babi dari kotak sebelah menggonggong Babi yang berada di kotak sebelahnya. Seringkali mereka saling cakar dengan kuku dan gigi mereka. Mereka tidak pernah saling bertemu bahkan kadang-kadang Moncong (Hidung) Babi itu terluka dan berdarah karena terkena kayu yang membatasi mereka. 
babi-babi yang ada dalam kandang kurungan ini ada yang berteriak-teriak yang mendesingkan telinga,  karena perutnya masih kosong, dia membutuhkan makanan tambahan. Dia tidak peduli dengan Babi-babi di kotak sebelah kiri atau kanan dari dia. Dia tidak peduli,  apakah mereka terganggu atau tidak?  Apakah hak-hak asasi babi ini dilanggar dengan mengusik ketenangan mereka tau tidak?  Yang dia pikirkan adalah perutnya harus penuh dan kenyang. 

Sayangnya,  Adalah Babi-babi ini tidak tau kapan mereka akan disembelih sesuai dengan hak prerogratif (Hak mutlak) pemiliknya. Pemiliknya sudah merencanakan untuk memotok salah satu dari ternak itu.  Yang dikhususkan yang di potong ini dibiarkan terkurung di dalam kadang bahkan dikeluarkan juga dengan yang lain untuk pergi ke alang-alang atau hutan untuk mencari air dan rumput-rumput yang bisa dimakan oleh mereka.  Pada tiba saatnya,  yang dipilih untuk disembelih ini ditangkap dan dibunuh didepan ternak yang lain. Babi yang lain ini melihat,  menyaksikan peristiwa itu dengan rasa ketakutan. 

Orang-orang Asli Papua (OAP), ingatlah cerita yang kelihatan yang lucu ini,  tapi inilah yang terjadi terhadap Orang-orang Asli Papua, Ras dan Rumpun Melanesia yang memiliki tanah dan Negeri Papua. Orang-orang Asli Papua dikotak-kotakan oleh Bangsa Indonesia supaya orang-orang asli Papua saling menyerang satu sama yang lain dalam mempertahankan kotak-kotak ternak ini. 

Ternak-ternak semakin kurang, tapi pemiliknya semakin bertambah banyak sewaktu-waktu kadang atau kotak itu menjadi kosong dan dibersihkan oleh tuannya dan tuannya akan menempati itu dan memilikinya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment