Pasangan Mama Siap Bangkitkan Infrastruktur dan Pertanian di Keerom

By Admin 29 Sep 2020, 10:46:36 WIB DAERAH
Pasangan Mama Siap Bangkitkan Infrastruktur dan Pertanian di Keerom


Keerom, Potret.co –Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Keerom nomor urut 01, Muhammad Markum-Malensius Musui siap membangkitkan infrastruktur jalan dan pertanian dalam kepemimpinan periode berikut. Hal ini dikarenakan terhambatnya pembangunan di wilayahnya semenjak pandemi Covid-19. 


“Saya singgung tadi ketua koalisi sudah memberikan gambaran. Saya punya program pertama adalah dari infrastukrut jalan. (Sebab) rasa-rasanya saya masih kurang puas karana adanya corona,  maju untuk kita laksanakan pembangunan kembali,” kata Muhammad Markum, Calon Bupati Keerom, Senin (28/9).


Dia mencontohkan, ruang tata kota mulai dari Swakarsa sampai Arso 10 menjadi terhambat. Padahal jalan yang dirancang menjadi dua jalur dengan kontruksi beton ditargetkan rampung pada tahun ini. 


“Rencananya pembangunan untuk tata kota untuk dua jalur yang seharusnya tahun ini, namun hanya bisa 1,5 Km dari Polres, nanti ke sini bisa sampai 10. Yang tiap tahunnya bisa 2,5 Km dan tahun ini Arso 7 sampai Swakarsa, Arso 1 sampai Arso 8 juga belum sampai dan sampai Arso 10, semuanya saya pakai beton,” terangnya.


Pria murah senyum ini pun menjelaskan tujuan kontruksi beton pada jalan agar kuat hinggga 15 tahun ketahannya.  Bahkan kekuatannya hampir sama dengan landasan pacu di bandara. 


Persoalan lain yang menjadi fokus pasangan Mama adalah pertanian di Keerom yang telah menjadi penyangga ibu Kota Papua. Namun pandemi Covid-19 telah menyebabkan anjlok hingga merugikan para petani. 

 
“Masalah pertanian dalam situasi  covid sangat anjlok, harganya dan daya serapnya, makanya petani semuanya mengeluh, dan saya sadar, karena masalah pertanian sebagai penyangga untuk Kota dan Kabupaten Jayapura tingkatnya penyerapannya sangat rendah dan tidak lewat dari 40 persen dan tidak laku,” bebernya sedih.


Dia mencontohkan harga tomat yang jatuh hingga menyebabkan petani gulung tikar. 

“Harga tomat tidak tau berapa sekarang,  1000 per kilo dan menurut saya masih bersyukur, tapi 600 atau 800, untuk biaya petiknya saja sudah ngga dapat, kalau hitung-hitung bisa banggkrut,” katanya. 


Melihat kondisi ini, pasangan MAMA telah menyiapkan terobosan, ide dan gagasan untuk membangkitkan pertanian di Kabupaten Keerom sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.


“Warga di Keerom 90 persen petani, tentunya kami punya trobosan, ide dan gagasan di situasi saat ini untuk kebutuhan sebagai penyangga untuk Kota dan Kabupaten Jayapura. Inilah yang harus ita bicarakan pagi hari ini di kampanye ke tiga untuk pasangan MAMA,” tuturnya sambil mengingatkan masyarakat agar tidak lupa memilihnya pada 9 Desember mendatang. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment