Papua Berlakukan Relaksasi Kontekstual, Ini Penjelasannya

By Admin 04 Jun 2020, 19:26:08 WIB DAERAH
Papua Berlakukan Relaksasi Kontekstual, Ini Penjelasannya

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal beserta Forkompinda Papua usai menggelar rapat penetapan status Relaksasi Kontekstual (Foto : Topikpapua.com)


Jayapura, Potret.co – Pemerintah Provinsi Papua menetapkan status baru bagi penanganan pandemi Covid-19 untuk 14 zona merah di Papua. Sejak tanggal 5 Juni – 19 Juni 2020 status ke-14 daerah tersebut adalah Relaksasi Kontekstual.

Lalu apa itu Relaksasi Kontekstual ? Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan Relaksasi Kontekstual adalah langkah yang diambil pemerintah Papua menuju penerapan status New Normal.

“Mulai tanggal 5 Juni sampai tanggal 19 Juni 2020 kita akan melakukan perpanjangan status penanganan Covid-19 yang disebut Relaksasi Kontekstual Papua. Apa yang kita relaksasi ?, ada 14 kabupaten/kota di Papua yang masuk zona merah yang trend Covid-19 nya naik terus, sehingga untuk penerapan New Normal belum bisa di terapkan untuk 14 daerah tersebut,“ jelas Wagub Klemen dilansir dari Topikpapua.com.

Lebih lanjut Wagub Klemen menjelaskan bahwa yang direlaksasi atau dilonggarkan adalah mengembalikan beberapa aktifitas warga seperti dulu, namun dengan aturan kesehatan yang ketat.

 “Misalnya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah bisa kembali kerja tapi dengan protokol kesehatan yang harus dijalankan, pembukaan akses transportasi laut dan udara secara bertahap, jadi bagi mereka yang selama ini terjebak di Papua bisa kembali ke daerahnya," kata Klemen.

Lanjut Klemen, Relaksasi ini juga mengatur masalah pembatasan waktu aktifitas warga dan aktifitas jual beli.

“Kita perpanjang bukan lagi di pukul 14.00 WIt tapi hingga pukul 18.00 WIT untuk aktifitas jual beli dan untuk aktifitas warga hingga pukul 17.00 WIT, sehingga ada waktu satu jam bagi mereka yang punya tempat usaha untuk membereskan usaha mereka sebelum tutup," ucap Wagub Klemen.

Diungkapkan Klemen, khusus untuk sekolah belum dibuka, masih belajar dari rumah, namun bagi ASN minggu depan semua sudah mulai bekerja.

“Untuk tempat ibadah, rumah makan, pasar, mal di 15 kabupaten yang masuk zona kuning sudah bisa kembali buka, hanya di 14 kabupaten/kota ini saja yang diberlakukan relaksasi,“ ujarnya.

Klemen menjelaskan bila status Relaksasi ini berlaku selama 14 hari kedepan dan dalam masa itu akan terus dipantau perkembangan kasus Covid di Papua, apakah akan bertambah terus atau berkurang, itu akan menentukan langkah apa yang akan diambil Pemprov Papua.

Dirinya pun berharap agar seluruh kabupaten/kota di 14  zona merah agar mendukung kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah Provinsi agar tetap menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Jadi saya minta untuk 14 daerah yang masuk zona merah untuk tetap tertib melaksanakan aturan-aturan dalam relaksasi ini, sehingga kita bisa menurunkan angka penyebaran covid-19 (RO) kita di bawah 1, Kalau dalam masa relaksasi ini RO kita bisa bertahan di bawah 1, maka kita sudah bisa menerapkan status New Normal di seluruh Papua," kata Wagub Klemen.

"Makanya kami minta masyarakat untuk mari selama 12 hari kedepan kita disiplin. Kalau data angka reproduksi atau Reproductive Number (RO) virus corona bisa tetap dibawah angka satu maka kita sudah bisa masuk new normal," terang Wagub Klemen.

"RO sudah ada dibawah 1, yaitu, 0,85. RO 0,92 dengan peningkatan 31 kasus. Nah, kalau kita sama-sama jaga sampai 12 Juni 2020, RO tetap dibawah 1, maka kita sudah bisa berlakukan seluruh daerah di Papua new normal,” lanjutnya.

Menurutnya dalam program relaksasi kontekstual Papua saat ini, 15 kabupaten dengan zona hijau atau daerah yang kondisi epidemiologinya menurun atau rendah sudah bisa diberlakukan new normal.

15 kabupaten itu, yakni Lanny Jaya, Dogiyai, Deiyai, Nduga, Puncak Jaya, Intan Jaya, Puncak, Tolikara, Yahukimo, Asmat, Mamberamo Raya, Mappi, Paniai, Pegunungan Bintang dan Yalimo.

Kendati demikian, pemberlakukan new normal wajib memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

“Seperti wajib pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Dan kepala daerahnya bertanggung jawab mengawasi supaya penyebaran Covid-19 ini bisa diputus mata rantainya meski diberlakukan new normal,” ucap Wagub Klemen. (Redaksi)
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video