NRFPB Ucapkan Terimakasih Ke Komnas HAM Soal Yudicial Review

By Admin 29 Jan 2020, 12:02:35 WIB DAERAH
NRFPB Ucapkan Terimakasih Ke Komnas HAM Soal Yudicial Review

Keterangan Gambar : Kepala Polisi NRFPB Eliyas Ayakeding


Potret.Co, Jayapura - Presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) menyampaikan terimah kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI atas respon perihal pengaduan Pasal Makar yang di ajukan di MK.

"Atas nama seluruh masyarakat bangsa Papua dan juga sebagai Presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), serta secara pribadi saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kami yang setinggi-tingginya kepada Kornisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM ) Republik Indonesia,"kata Forkorus Yoisembut," dalam suratnya yang di bacakan oleh Eliyas Ayakeding selaku Kepala Kepolisian NFRPB, Selasa (28/1/2020).

Dijelaskan atas Surat respons, perihal Tanggapan atas Pengauduan NRFPB, tanggal 18 Desember 2019 lalu sangat positif, objektif dan jujur, serta bermartabat dan berwibawa dari Komnas HAM Republik Indonesia, terhadap Surat Yudicial Review dalam bentuk Keberatan Hukum tentang aneksasi sebagai akar penyebab pelanggaran HAM yang diderita oleh Masyarakat adat Papua selama ini.

"Doa kami, Semoga Tuhan Yang Maha Esa terus memberikan rahmat, hikmat dan berkatNya kepada Komnas HAM Republik Indonesia. Untuk terus hidup sehat walafiat dan kuat dalam menhadapi tantangan dan cobaan untuk menegakan nilai-nilai hak asasi manusia bagi kedamaian dan kesejahteran serta kebahagian banyak orang demi hormat dan kemuliaan Tuhan,"ucapnya. 

Dikatakan, Intinya pihakanya berterimahkasih karena empat hal. Yang pertama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI telah mempelajari dengan seksama bahwa benar ada aneksasi wilayah Papua, sehingga pihaknya berterimah kasih banyak kepada Komnas HAM RI karena menyampaikan bahwa surat yang kami sampaikan pada bulan November 2019 lalu itu sudah tepat. 

"Komnas HAM juga mengatakan bahwa upaya yang ditempuh ini adalah upaya yang lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan. Bahwa dengan adanya pengaduan ini maka Komnas HAM tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan tentang pelanggaran HAM,"katanya.

"Karena dokumen yang Presiden Negara Federal ajaukan itu sudah sangat lengkap seperti yang mereka jelaskan bahwa dokumen yang kami ajukan mereka sudah pelajari bahwa benar telah terjadi aneksasi wilayah Papua,"sambungnya.

Menurutnya, Komnas Ham tidak melanjutkan pemeriksaan atas materi aduan tersebut sudah sangat tepat, karenakan terdapat upaya yang lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan.

"Ini respon Positif dari Komnas HAM RI. Kesimpulanya bahwa menurut mereka upaya yang dilakukan oleh NFRPB sudah fositif seperti yang merek tuangkan dalam surat tanggapan ini," kata Elyas Ayakeding.(Surya).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment