Nama Youtefa, Disepakati Menjadi Nama Jembatan Merah Jayapura, DPRP siapkan Perdasi

By Admin 08 Agu 2019, 04:41:25 WIB DAERAH
Nama Youtefa, Disepakati Menjadi Nama Jembatan Merah Jayapura, DPRP siapkan Perdasi

Keterangan Gambar : Rapat DPRP Dalam Pembahasan Raperdasi dan Raperdasus


Potret.co, Jayapura - Nama Jembatan Merah Hamadi-Holtekam, ikon baru kota Jayapura yang sebelumnya sempat akan diberi nama Jembatan Soekarno Pura kini telah digodok untuk diberikan nama lain, yakni Jembatan Youtefa.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Ignasius W. Mimin kepada wartawan selepas rapat konsolidasi Rencana Perdasi dan Perdasus oleh Bapemperda DPR Papua di Abepura Jayapura Selasa (6/8), mengungkap, nama Jembatan Youtefa tersebut telah dibahas sebelumnya oleh pihak adat, legislatif, eksekutif dan telah disepakati penggunaan nama tersebut.

"Kalau jembatan untuk Hamadi Haloltekam ini sudah ada kesepakatan dari Lembaga Masyarakat Adat, DPR, Pemerintah Kota dan Ondo-ondo di Jayapura, kesepakatannya menggunakan nama Youtefa, dan tidak ada nama -nama lain,"tegasnya. Selasa siang.

Nama tersebut diakuinys sudah final, dan telah masuk dalam rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) 2019, sehingga tidak perlu ada tambahan-tambahan lain.

"Kalo kita kasih tamba nama nanti disana akan bilang saya punya daerah, saya punya dusun atau nanti juga ondo- ondo lain yang bicara, jadi nama itu sudah disepakati, dan masuk Raperdasi,"tegasnya.

Dikatakan,  wacana sebelumnya 'Soekarno Pura' dan wacana nama 'Papua Bangkit', tidak disepakati oleh semua pihak terkait di Kota Jayapura. Bangunan Jembatan masuk dalam wilayah adat Tabi Jayapura, sehingga pemberian nama Youtefa juga untuk penghormatan kepada masyarakat adat.

"Jadi peraturan daerah yang kemarin pemerintah provinsi mengusulkan papua bangkit tidak jadi, kita menghargai mereka yang punya wilayah adat. Jadi Youtefa itu punya nama jelas dengan arti itu luas. Sebagai simbol penyebaran perubahan Papua, baik di pesisir, kepegunungan, kepedalaman, kaki gunung sampai dilambah- lembah itu mulai dari situ,"katanya.

"Belanda tiba di situ (Teluk Youtefa,Red) dan dia berikan nama Youtefa atas kesepakatan ondoh- ondoh di wilayah Tabi sini. Sehingga kita tidak bisa langsung muncul dan berikan nama yang tidak - tidak,"sambungnya.

Selain nama Jembatan, nantinya nama Bandar Udara Sentani dan Stadion Papua Bangkit akan diubah. Yakni, nama Bandar Udara menjadi Bandar Udara Sentani Dorteis ELuay, dan untuk Stadion menjadi Stadion Lukas Enembe.

Tidak hanya soal pergantian nama beberapa objek vital ikon Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Rapat tersebut juga membahas Perdasus rekrutmen pengangkatan 14 kursi. Termasuk perlindungan Hukum dan HAM, perlindungan buruh.

"Jadi itu ada sembilanan Perdasi dan Perdasus. Sembilan peraturan daerah baik dari inisiatif DPR dan inisiatif eksekutif, nantinya kami bawa dalam sidang APBD perubahan,"ucapnya.(Surya/min)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment