Miliki 9.000 butir Narkoba Pria ini Diserahkan ke Jaksa

By Admin 15 Apr 2019, 12:54:26 WIB HUKUM
Miliki 9.000 butir Narkoba Pria ini Diserahkan ke Jaksa

Keterangan Gambar : Pihak BNN Jayapura saat menyerahkan tersangka narkotika dan barang bukti berjumlah 9.000 butir Jumat 12 April 2019.


Potret.Co Sentani -  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten jayapura menyerahkan salah satu tersangka narkotika berinsial, IS kepada jaksa pada hari Jumat lalu.

Tersangka diserahkan,setelah berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P-21  pada tanggal 9 April 2019. 

Kepala Seksi Pemberantasan Narkoba BNN Kabupaten Jayapura, Bripka Yunispa mengungkapkan, selain tersangka juga diserahkan barang bukti berupa,8.000 butir  dextromethopham dan 1.000 butir obat zenit yang mengandung carisopprodoal.

Terungkapnya kasus narkoba tersebut, terangnya bermula saat pihaknya menemukan paket mencurigakan pada tanggal 26 Januari 2019. Paketan tersebut dibungkus dengan sebuah karton coklat yang hendak dikirim ke Timika Papua.

Ketika  melalui pemeriksaan x ray, petugas melihat paketan tersebut mencurigakan akhirnya paketan tersebut di buka dan ditemukan obat yang tidak dilengkapi dokumen pengiriman kemudian pihak bandara menghubungi pihak BNN Jayapura untuk ditindak lanjuti dan setelah ditindak lanjuti ketahui bahwa, kemasan berisikan obat yang berwarna putih yang bertuliskan ZENIT dicurigai mengandung Carisoprodol.

“Carisoprodol termasuk narkotika golongan 1 berdasarkan Permenkes RI NO.50 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika," ucapnya.

Kasus tersebut kemudian diselidiki dengan cara melakukan controdilevery ke timika dan tepatnya pada tanggal 28 Januari 2019 tersangka berhasil ditangkap oleh pihak BNN Jayapura di jasa pengiriman kantor J&T mimika saat tersangka akan mengambil paket tersebut. 

Dari tangan tersangka, pihaknya berhasil menyita 8.000 (delapan ribu butir) obat Dextromethopham dan 1.000 (seribu butir) obat Zenith yang mengandung Carisoprodol. 

Ia mengatakan, BNN Jayapura  sudah memiliki kewenangan untuk memproses penyalahgunaan obat yang mengandung Carisoprodol yang dulunya penyalahgunaan obat tersebut hanya di proses berdasarkan undang-undang kesehatan oleh pihak Kepolisian.

“Penyalahguna obat yang mengandung Carisoprodol, bisa dikenakan undang-undang RI NO. 35  tahun 2009 tentang narkotika,” katanya. (vito)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment