Mengenal Caleg dari Trans Nimbo, Siap Perjuangkan Kaum Hawa

By Admin 31 Jan 2019, 11:05:10 WIB POLITIK
Mengenal Caleg dari Trans Nimbo, Siap Perjuangkan Kaum Hawa

Keterangan Gambar : Umi Jayati (istimewa)


JAYAPURA – Di era kesetaraan gender, perempuan diberikan kesempatan luas untuk turut bersaing dengan kaum laki-laki dalam perolehan lapangan pekerjaan, pun disendi kehidupan lain, perempuan sangat diharapkan mampu mengambil peran.

Berbicara kesetaraan gender dimasa pencalonan legislatif saat ini, sesosok perempuan muda warga transmigrasi Kampung Nimbokrang unjuk gigi kepermukaan. Umi Jayati, S.Pd.I, perempuan kelahiran Nimbokrang  19 Juli 1981 silam ini, maju sebagai calon Legislatif Kabapaten Jayapura yang diusung partai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 2  dar Dapil 3.

Berbekal pengalaman berorganisasi sejak dibangku kuliah di Manokwari Provinsi Papua Barat di Universitas Negeri Papua (Unipa), Umi Jayati telah memegang kendali selaku Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai Ketua Bidang Dakwah. Tak henti disitu, Umi begitu akrab disapa, terus mengasah hobinya berorganisasi sebagai anggota Himpunan Mahasiswa  Islam (HMI) Cabang Manokwari, dan juga selaku staf WK Partai PKS Kabupaten Manokwari.

Menyelesaikan program Diploma III Fakultas Peternakan dan Ilmu Kelautan Prodi Diploma III Budidaya Perikanan, Umi dipercayakan mengajar di TK Yapis di Reremi Manokwari Papua Barat. Disini ia mengabdikan diri sejak 2004 – 2007. Kemudian dia memutuskan untuk hijrah kembali ke Kabupaten Jayapura dan melanjutlkan studi ke STAIN Al-Fatah Jayapura Prodi Tarbiyah (PG MI). Selepas menyelesaikan studi, Umi terjun kembali kedunia politik dengan konsisten mengawal Partai PKS di Kabupaten Jayapura. Awal yang dia emban adalah anggota Bidang Perempuan PKS, berlanjut ke Bidang Pemberdayaan Ketahanan Keluarga dan staf Bidang Polhukam Partai PKS Kabaupaten Jayapura.

Yakin maju selaku calon anggota legislatif Kabupaten Jayapura, Umi mengusung visi dan misi kesetaraan gender di Dewan Perwakailan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura. Dengan fokus penghapusan kekerasan seksul dan pemberdayaan ekonomi kaum perempuan.

“Yang menjadi impian saya jika kemudian rakyat kabupaten Jayapura mempercayakan saya duduk di dewan, yakni mengolkan Perda (Peraturan Daerah, red) atas visi dan misi saya tersebut, dan lagi mengawal penyusunan anggaran daerah yang kemudian berpihak pada kesejahteraan masyarakat,”kata Umi dalam satu sesi wawancara dengan media ini.

Terkait kesetraan gender, ibu 4 (empat) orang anak buah pernikahan dengan sang suami Kusanto, S.Pd.I yang juga adalah wakil ketua DPD PKS Kabupaten Jayapura ini berharap, perempuan dewasa ini harus bisa tampil ambil bagian dalam semua sendi kehidupan. Umi menyebut perempuan harus bisa andil menentukan nasibnya sendiri, namun tetap berpegang teguh pada norma yang menjadi kodrat seorang perempuan yakni sebagai ibu rumah tangga yang mampu mendidik anak-anaknya menyiapkan masa depan mereka.

“Porsi ini harus seimbang, selain mengejar peran kesetaraan gender, perempuan juga tetap berpegang pada kodratnya itu. Jangan meninggalkan keluarga, karena seorang perempuan atau ibu yang baik adalah yang mampu menciptakan kondisi harmonis dalam keluarga, dan mempu menyiapkan putra-putrinya menjadi anak-anak yang hebat,”tukasnya.

Kondisi ini, kata dia, harus disadari oleh semua perempuan. Dengan begitu, kehidupan yang disebutnya hanya sementara waktu ini, bisa menjadi berkwalitas dan bahkan menjadi amal ibadah yanag kemudian akana menjadi cacatan baik.

Terkait kondisi kesetraan gender di Kabupaten Jayapura saat ini, UmI Menyebut sudah cukup baik, meski begitu kuantitas dan kwalitas peran perempuan di dewan harus terus beregenerasi. Hal ini diharapkan akan mampu memunculkan sosok baru dan tentunya ide dan gagasan baru terkait andil perempuan dalam jajaran dewan selaku wakil rakyat.

“Yang jelas kami konsisten untuk mendorong kesejahteraan kaum perempuan di kabupaten ini. Kekerasan seksual yang saat ini masih saja terjadi kepada kaum perempuan juga harus dikawal, agar kemudian kasus-kasus itu kedepan tidak ada lagi. Dan juga perlu diingat, program-program pemberdayaan perempuan perlu juga dikawal, sehingga terwujud keluarga yang bahagia dan sejahtera. Karena majunya suatu daerah jika dari lingkup keluarga telah sejahtera,”tutupnya.

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment