Megawati: Perempuan Jangan Takut Terjun ke Politik

By Admin 22 Des 2019, 20:41:57 WIB NASIONAL
Megawati: Perempuan Jangan Takut Terjun ke Politik

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dan Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Baby Siti Salamah (baju biru) saat menghadiri peringatan Hari Ibu di Jakarta, Minggu (22/12/2019). (Istimewa)


Jakarta, Potret.co – Konstitusi Indonesia tidak membedakan antara laki –laki dan perempuan. Dalam konstitusi kedudukan perempuan sama dan sederajat. Karenanya, sekarang saatnya kaum perempuan untuk menyamakan perannya dengan kaum laki-laki.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan BPIP di Jakarta, Minggu (22/12/2019).
"Para perempuan jangan takut masuk ke dunia politik,” kata Megawati.

Megawati mencontohkan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beberapa kali menduduki jabatan politik. Tak hanya itu, saat ini Ketua DPR juga dipimpin Perempuan setelah 22 kali dipimpin oleh kaum laki-laki. Selain itu, kata dia, dirinya juga pernah menduduki jabatan presiden kelima dan wakil presiden Repbulik Indonesia.

Semua capaian itu, kata dia, bukan untuk pamer melainkan agar bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan lainnya. “Semua capaian itu kita lakukan dengan perjuangan,” ujarnya.

Megawati bercerita, sebenarnya peran dalam perjuangan bangsa ini sudah dilakukan oleh para pendahulu. Ada RA Kartini,Tjut Nyak Dien, Dewi Sartika. Jangan lupa juga, kata dia, Indonesia juga punya Fatmawati. “Dia seorang perempuan pemberani yang mau membuat bendera kita yang saat itu masih dijajah," katanya.

Megawati melanjutkan, beberapa pihak yang berpikir bahwa Fatmawati hanyalah penjahit bendera sangsaka merah putih, namun menjadi pahlawan. Padahal kala itu sangatlah susah mecari kain merah untuk menjahit bendera pusaka "Waktu itu mencari kain putih sangat mudah, tapi merah sangat sulit," ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui masih banyak hambatan bagi perempuan untuk bisa berkiprah dipanggung nasional dan internasional. Di antaranya konstruksi sosial dan kultural  yang menempatkan perempuan tidak boleh lebih maju dari laki-laki. “Perempuan dianggap konco wingking,” katanya.

Padahal, kata Sri Mulyani, semua peran itu bisa dilakukan jika antarpasangan saling komunikasi dan berbagi peran.
Yenni Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid sependapat dengan Sri Mulyani. Komunikasi dengan pasangan itu sangat penting agar tidak terjadi keributan di belakang hari. Ia mencontohkan, misalnya suami merelakan istrinya kerja sementara ia mau mengambil peran urusan rumah tangga.
“Itu tidak menjadi masalah asal keduanya sudah komunikasi dan bersepakat,” ujarnya.

Hadir pada acara yang bertema “Perempuan Hebat Indonesia Maju” Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno, jajaran BPIP, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, sejumlah pengusaha perempuan sukses, dan perempuan-perempuan lainnya. (Syahriah)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video