Mahyudin: Masyarakat Adil Makmur Belum Terwujud

By Admin 12 Des 2018, 10:28:08 WIB NASIONAL
Mahyudin: Masyarakat Adil Makmur Belum Terwujud

Keterangan Gambar : Wakil Ketua MPR RI Mahyudin dalam pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada wanita yang tergabung dalam Himpunan Wanita Karya (HWK) Samarinda, di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 4 Desember 2018.


Potret.co- Salah satu cita-cita dan tujuan Indonesia merdeka adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Alih-alih wujud masyarakat adil dan makmur, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin meliput masyarakat yang disibukkan dengan urusan politik saja.

"Saat ini adalah tahap mengisi kemerdekaan. Tapi selama 73 tahun Indonesia merdeka, masyarakat adil dan makmur belum tercipta. Inilah yang harus kita perjuangkan," kata Mahyudin dalam pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada wanita yang tergabung dalam Himpunan Wanita Karya (HWK) Samarinda, di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 4 Desember 2018.

Menurut Mahyudin, mimpi Indonesia merdeka adalah keinginan mengantarkan orang ke pintu gerbang kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaulat, bersatu, adil dan makmur. "Kita sudah berdaulat karena sudah merdeka dari penjajah. Kita sudah bersatu. Tapi adil dan mamkur belum tercipta sampai hari ini. (Masyarakat) Adil dan makmur inilah yang kita perjuangkan," ujarnya.

 

Mahyudin mengungkapkan masih banyak orang Indonesia yang belum menikmati aliran listrik, belum mendapatkan fasilitas Kesehatan dan pendidikan yang memadai. Masih banyak orang yang hidup miskin dan tidak memiliki pekerjaan. "Tapi hari-hari ini kami disibukkan dengan urusan politik saja. Tetapi mengesampingkan urusan mensejahterakan rakyat, melayani lapangan, memberikan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang baik," ucapnya.

 Mahyudin mengakui banyak arti untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur itu. Perbuatan setelah reformasi yang membuat keran kebebasan dibuka. "Demokrasi seakan-akan menjadi tujuan. Padahal, demokrasi hanya alat untuk mencapai tujuan," tuturnya.

Asam, lanjut Mahyudin, terjadi hiruk pikuk di atmosfir politik. "Apalagiuntuk tahun 2019, orang yang tidak terlibat dalam pilpres pun ikut ribut di lapangan," ucapnya.

"Kita terlalu mudah diadu-domba dan dipolitisasi. Karena itu, saya pikir setelah 20 tahun reformasi, pemilihan langsung harus dievaluasi. Jika orang-orang tidak siap, Anda perlu untuk menanggapi," kata Mahyudin. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat

Siapakah Calon Presiden dan Wakil Presiden Favorit Anda ?
  Jokowi-Ma'ruf
  Prabowo-Sandiaga

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video