Longsor Kembali Terjang Tolikara, Badan Jalan Putus Akses Jalan Lumpuh

By Admin 27 Mei 2019, 21:01:18 WIB DAERAH
Longsor Kembali Terjang Tolikara, Badan Jalan Putus Akses Jalan Lumpuh

Keterangan Gambar : Kepala Desa keraginggelok yakni Panus Wenda didampingi salah satu abag ojek Andi ketika memberikan laporan kronolagis longsor di kampung muara tempat longsoran senin, 27 mei 2018 kemarin. (Diskominfo Tolikara)


Potret.Co, Karubaga- Badan jalan lebih dari 100 meter dan sebuah Kantor Desa Muara serta tiga rumah warga bahkan perkebunan warga  diterjang longsor di Desa Muara Distrik Lianogoma Kabupaten Tolikara Papua pekan lalu Kamis, 23 Mei 2019.

Kepala Desa Keraginggelok yakni Panus Wenda mengatakan longsor itu terjadi pada pagi hari sekitar jam 8 lebih waktu Papua. Awalnya longsor kecil tetapi longsor susulan terjadi pada hari kedua lebih besar dari hari pertama. 

“longsor kecil terjadi untuk memberikan peringatan kepada warga sekitarnya untuk waspada bahwasanya akan terjadi longsor susulan yang lebih besar,sehingga warga sekitar semua selamat dari terjangan longsor itu”. Ujar kepala desa Panus Wenda melalui rilis Diskominfo Tolikara diterima Potret.Co 


Dikatakanya apabila alam tidak memberikan peringatan dengan longsoran kecil,sudah pasti warga disekitar longsoran bisa korban tertimbun longsoran. Namun Tuhan Yang Maha Kuasa masih sayang mereka/keluarga yang selamat. Karena saat itu warga sekitar terutama kepala Desa muara yakni Main wandik dengan keluarganya sedang berada di rumah Honai.

Kepala Desa Panus wenda berharap pemerintah Tolikara melalui Instansi terkait segera turun memberikan bantuan darurat bagi warga sekitar terutama kepala desa muara bersama keluarga di tempat pengungsian, saat ini mengungsi di rumah kerabat terdekat di dataran yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri dari longsoran susulan,karena masih terjadi longsor susulan.
 
Sementara itu salah satu abang ojek yakni andi asal palopo sudah lebih dari 1 tahun berprofesi sebagai abang ojek di Tolikara itu berharap pemerintah segera menghubungkan jalan melalui arah lain karena membuka jalan ditempat yang sama sudah tidak bisa karena datarannya sudah tebing akibat longsor susah untuk membongkar kembali.
      
Dikatakannya lebih dari tiga puluhan ojek terjebak longsor di seberang jalan sehingga mereka tidak bisa ke karubaga mereka menyewa tempat parker dihalaman warga dengan biaya sewah parker permalam sebesar 30 ribu rupiah. Sementara kami yang masih di karubaga saat longsor pendapatan kami menurun karena tidak bisa antar penumpang jauh. 

“Kami ojek tidak bisa pindah pangkalan dari satu tempat ke tempat lain,karena sudah terdaftar apabila kita pindah berarti harus pindah tempat tinggal juga. Sementara untuk pindah tempat butuh biaya besar untuk sewah rumah dan lainnya,situasi ini membuat kami sulit” ujar abang ojek Andi.

Saat ini warga yang ditrjang longsor ini sudah mengungsi ke rumah – rumah kerabat terdekat di dataran yang lebih tinggi untuk menghindari longsor susulan.

Jalan ini menghubungkan lebih dari delapan Distrik Kabupaten Tolikara hingga tembus ke Kabupaten Jayawijaya. Kedelapan Distrik itu diantaranya Distrik Lianogoma, Konda, Longgoboma, Kai, Numbah, Wunin, Bokondini, Bokoneri, Kamboneri hingga lanjut ke wamena Jayawijaya. 

Pemda Tolikara melalui Instansi terkait saat ini lagi mendata kerugian material warga di tempat longsor,untuk selanjutnya disiapkan bantuan. (Min)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment