Layanan 4G Telkomsel di Ilaga Gangguan

By Admin 11 Jan 2021, 21:29:26 WIB PAPUA
Layanan 4G Telkomsel di Ilaga Gangguan

Keterangan Gambar : Kondisi tower Palapa Ring Timur pasca dibakar di Kabupaten Puncak. (Foto : Istimewa)


Jayapura, Potret.co – General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku dan Papua, Adi Wibowo mengatakan, layanan 4G Telkomsel di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak mengalami gangguan sejak 4 Januari 2021, pukul 14.35 WIT.

 

“Gangguan tersebut akibat adanya kebakaran pada Base Transceiver Station (BTS) tower di wilayah Puncak, tetapi kami sampaikan bahwa seluruh tower beserta infrastruktur yang terbakar dibawah operasional Palapa Ring Timur, bukan milik atau wewenang Telkomsel,” jelas Adi, Senin (11/1/2021).

 

Menurut Adi, saat ini pelanggan Telkomsel di wilayah Ilaga tetap dapat menikmati layanan komunikasi 2G. Layanan tersebut menggunakan transmisi IDR/satelit.

 

Dalam keterangan pers secara virtual, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Anang Latif mengungkapkan, pihaknya baru menerima laporan pada Sabtu 9 Januari 2021 bahwa telah terjadi pembakaran infrastruktur telekomunikasi tersebut. Kemudian, Tim Palapa Ring Paket Timur melakukan pengecekan ke dua lokasi kejadian melalui udara.

 

“Akibat dari terbakarnya jaringan palapa ring paket timur, jaringan telekomunikasi di Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak padam total,” jelas Anang dalam keterangan pers secara virtual, Senin (11/1/2021).

 

Anang mengatakan, infrastruktur telekomunikasi dibangun atas inisiasi Kementerian Kominfo, mulai dibangun pada tahun 2015, dan selesai pada tahun 2019. Menurutnya, proyek ini berupaya menyediakan akses telekomunikasi yang merata dan setara ke seluruh Indonesia hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

 

Total panjang jaringan telah terpasang 12.148 kilometer kabel fiber optik dan menghubungkan 90 kota dan kabupaten di Indonesia. “Dalam merealisasikan program ini, kami senantiasa memupuk keyakinan dan dedikasi demi tercapainya Indonesia yang terhubung,” ucap Anang.

 

Palapa ring merupakan salah satu wujud upaya pemerintah untuk memberikan pemerataan layanan untuk konektivitas di Indonesia. Adanya kejadian ini, lanjut Anang, menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa apabila infrastruktur tidak dijaga akan membawa dampak yang merugikan bagi masyarakat.

 

“Guna mencegah kejadian serupa terulang Kembali, kami akan mempererat sinergi dengan aparat keamanan diantaranya TNI, Polri dan Pemda setempat. Pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat perlu dijamin keamanannya,” tandasnya.

 

“Apalagi percepatan transformasi digital saat ini sedang menjadi fokus pemerintah yang salah satunya mencakup pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua,” lanjut dia.

Program pembangunan ini telah menjadi prioritas Kominfo hingga tahun 2024. Pihaknya berharap demi kepentingan bersama seluruh masyarakat Indonesia turut menjaga apa yang sudah dibangun bersama.

 

“Dengan terbangunnya infrastruktur digital yang mumpuni dan merata, sehingga muncul talenta digital baru di Indonesia termasuk dari Tanah Papua,” kata Anang.

 

Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen mengupayakan backup konektivitas di wilayah yang terdampak dengan menggunakan teknologi lain yaitu satelit atau Vsat untuk melayani masyarakat di Kota Ilaga.

 

Direktur Operasional PT Palapa Ring Timur Telematika, Eddy Siahaan Mora mengatakan, dampak dari terbakarnya site B4 dan B5, jaringan di Kota Ilaga padam total, dan juga menyebabkan jaringan down di kota lainnya di sebelah Ilaga.

 

“Tadinya palapa ring ada sisi kiri dan kanan untuk kota - kota Service Level Agreement (SLA), tapi dengan matinya tower B4 dan B5, kota - kota selanjutnya tidak punya proteksikKetika ada gangguan makanya akan down,” jelas Eddy.

 

Eddy menyebut, untuk aktivasi dengan backup butuh waktu untuk menanyakan kesediaan provider akan adanya bandwidth yang mumpuni atau mencukupi untuk Kota Ilaga.

 

“Berikutnya, untuk membangun kembali site B4 dan B5 ini kami dari PT Palapa Rimg Timur Telematika membutuhkan jaminan keamanan bahwa tidak akan terjadi lagi peristiwa serupa. Semoga kedepan masyarakat Indonesia khususnya di Papua lebih mengerti infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah untuk membantu masyarakat setempat,” kata Eddy. (ari)

 

 

 

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video