Lapas Narkotika Over Kapasitas

By Admin 01 Des 2018, 05:05:57 WIB DAERAH
Lapas Narkotika Over Kapasitas

Keterangan Gambar : Lapas Doyo/Istimewa INSERT : Basuki Wijoyo kalapas Narkotika/Arie Yoku


JAYAPURA (Potret.co) Kepala Lembaga pemasayarakatan Khusus Natkotika Jayapura Basuki Wijoyo, mengatakan saat ini ruang penampungan bagi narapidana kasus narkotika sudah mengalami over kapasitas. Hal ini disebabkan karena jumlah warga yang terjerat kasus narkotika di Jayapura semakin meningkat.

Disatu sisi luas lahan atau ruangan untuk menampung para narapidana ini tidak bertambah. "Daya Tampung Lapas Narkotika mengalami over kapasitas yang seharusnya 308 tetapi mengalami peningkatan penghuni sekitar 440 tahanan.  Jadi over kapasitas," kata Basuki Wijoyo saat diwawancarai di Kantor Kemenkum Ham Wilayah Papua, Kamis (29/11) Menurutnya, over kapasitas yang terjadi dilembaga pemasyarakatan itu biasa terjadi dan hampir dialami oleh seluruh lapas. Hal ini memang agak sulit diatasi karena jumlah warga yang melakukan pelanggaran terhadap aturan selalu bertambah.

Mengenai hal itu, Ia menambahkan ,pihaknya selalu menyampaikan ke pusat mengenai jumlah warga binaan hingga kondisi lapas yang ada saat ini.


"Kami selalu mengupdate data setiap waktu ke pusat, mulai dari data dan jumlah warga binaan serta kondisi lapas saat ini," katanya.
Dia mengatakan, untuk proses pembinaan di lapas tersebut tetap mengikuti sistem yang berlaku yaitu berdasarkan skala waktu mulai dari masa pengenalan lingkungan hingga proses pembinaan di dalam lapas. Menurut dia, aturan yang berlaku bagi narapidana yang di lapas umum dan narkotika sedikit ada perbedaan.

Untuk Napi Narkotika berdasarkan peraturan mentri nomor 23 tahun 1999, pasal  28 tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012 “Untuk Lapas Narkotika tidak bisa dikeluarkan seperti narapidana kriminal umum jadi mereka bisa di keluarkan untuk asimilasi setelah dua per tiga dan pembebasan bersyarat,” katanya. 

Lanjut dia, Untuk proses pembinaan di lapas Narkotika secara spesifik untuk penanganan programnya sama seperti di lapas kriminal umum, hanya untuk tahapan mendapatkan hak hak nya berbeda.  Mulai dari remisi, asimilasi, PB,CMB. “maka skala waktunya yang dibedakan karena termasuk pidana khusus. Jadi perlakuannya di bedakan berdasarkan PP 99 tahun 2012,” terangnya. (aryo)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment