Kunjungan Presiden Jokowi Ke Sentani Disambut Demo Warga Kemiri

By Admin 01 Apr 2019, 20:24:28 WIB NASIONAL
Kunjungan Presiden Jokowi Ke Sentani Disambut Demo Warga  Kemiri

Keterangan Gambar : Warga Kemiri bentangkan spanduk saat demo kedatangan Presiden Jokowi


Potret.co, Jayapura - Puluhan Warga Kampung Kemiri Sentani Kabupaten Jayapura melakukan aksi palang jalan di sela kunjungan Presiden Jokowi ke lokasi pengungsi korban banjir bandang.

"aksi ini kami lakukan agar mendapat perhatian dari Bapak Presiden untuk datang langsung melihat kondisi kami korban banjir bandang,"kata ibu Evi yang juga sebagai Pendeta. Senin (1/4/2019).

Dikatakan, Kami warga yang ada di Kampung Kemiri ingin punya rumah yang layak untuk kami huni. Karena kami kehilangan rumah yang kami tempati tinggal. Anak- anak punya tempat belajar semua sudah hilang.

"Karena itu kami ingin di bangun kembali rumah kami yang layak supaya kami bisa tinggal di dalam untuk melanjutkan hidup kami kedepan,"katanya.

Dijelaskan, Sebanyak 327 KK yang tinggal di kampung ini. yang terkena dampak 28 rumah yang hilang. 

"korban jiwa 32 orang. Yang belum di temukan 6 orang," jelasnya.

Harapan kami dalam waktu dekat agar sungai (kali kemiri) ini dapat dinormalisasikan kembali. kemudian sedimen yang ada diangkat semua, supaya akses jalan ini bersih masyarakat bisa kembali ke rumah untuk membersikan rumah- rumah mereka.

Sementara, Mentri PU PR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Muhammad Basuki Hadimoeljono saat meninjau dampak banjir di Kampung Kemiri bersama Kepala BPBD Letjen TNI Doni Munardo mengaku akan bertanggung jawab untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama rumah -rumah warga yang rusak akibat banjir bandang.

"Tentu pak Presiden akan mengeluarkan kebijakan apakah akan dibangun baru atau direhab kembali rumah-rumah yang rusak sesuai kebutuhan. Namun yang jelas tetap menjadi perhatian presiden,"jelas Mentri PU PR kepada awak media di Kemri.

Dijelaskan, yang juga menjadi perhatian adalah mengembalikan kawasan Gunung Cyclop dan normalisasi sungai dibawah Gunung Cyclop.

"Kita akan bangunkan Samudan, seperti di gunung Merapi, yang fungsinya untuk mengalirkan air, dan menahan material yang turun dari gunung,"ungkapnya

Untuk prosesnya, dijelaskan akan dilaksanakan satu atau dua bulan kedepan.

"Artinya saat ini akan dimulai dengan proses design dulu dan berkoordinasi dengan BNPB tentang ekosistem kawasan Cyclop karena bencana ini tidak mungkin terjadi, kalau ekosistemnya tidak terganggu,"ungkapnya. (Surya).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment