Keuntungan Pengusaha Akhirat, Pahalanya Tak Dapat Dicuri

By Admin 11 Feb 2019, 06:08:59 WIB HIKMAH
Keuntungan Pengusaha Akhirat, Pahalanya Tak Dapat Dicuri

Keterangan Gambar : ICMI.or.id


 

Potret.co, Jayapura -- Jalan untuk menjadi pengusaha ternyata sangat mudah, apalagi menjadi pengusaha Akhirat. Keuntungan menjadi pengusaha Akhirat berlipat ganda cara meraihnya pun sangat dimudahkan.

“Pengusaha Akhirat keuntungannya untuk dirinya sendiri. Beda dengan pengusaha dunia keuntungan dibagi-bagi. Tapi bagi pahala tidak bisa. Kirim pahala juga tidak sampai,” Ucap Aunur Rofiq Bin Gufron di Masjid Istiqomah, Senin pagi.

Ia menjelasakan bahwa orang yang beramal untuk dirinya sendiri. Inilah bentuk yang ketenangan dari sebuah jiwa. Jiwa akan menjadi tenang setelah beribadah kepada Allah.

“Orang beramal untuk dirinya sendiri. Tidak ada orang yang mampu mencuri pahala. Tidak ada jual beli pahala. Pahala tidak dijual. Tidak ada tukar pahala atau pinjam pahala. Inilah keuntungan orang yang mencari, berusaha, dan beramal Soleh,” Ucap Aunur Rofiq pendiri pondok pesantren Al-Furqon.

Pengusaha akhirat, segala urusannya akan dimudahkan. Orang yang bertakwa akan dimudahkan segala urusannya.

“Mencari pahala akhirat itu mudah. kenikmatan ibadah lebik baik dan lebih kekal,” ucapnya.

Urusan Akhir itu, mudah dicapai berbeda dengan perkara dunia susah dicapai dan nikmatnya sementara hanya sampai pada lidah. Setelah itu, sama saja antara orang makan sehat lima sempurna dan orang makan nasi sambal. Ketika sampai di perut.

Selain itu, pengusaha Akhirat, tetap memberikan rezeki di dunia. Orang beramal untuk akhiratnya, maka rezeki juga ikut. Rezeki itu bentuknya banyak salah satunya adalah badan yang sehat. Ini nikmat besar, badan sehat agar kuat beribadah.

Keuntungan pengusaha Akhirat, akan mendapatkan surga. Inilah keuntungan besar. Mengejar urusan akhirat akan mendatangkan, ketenangan hati. Beda dengan pengusaha dunia.

Ia menambahkan, amalan yang disebut dengan  amalan saleh jika terpenuhi dua syarat, ibadah harus ikhlas kerena Allah dan amalan itu ada contoh dari Rasulullah. Ini dua syarat dinamakan amalan itu soleh. (***)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment