Kadisdik Mambra; Benar Ada Gaji Guru Yang Belum Dibayar, Tapi Tidak Semua

By Admin 09 Agu 2019, 06:40:09 WIB PENDIDIKAN
Kadisdik Mambra; Benar Ada Gaji Guru Yang Belum Dibayar, Tapi Tidak Semua

Keterangan Gambar : Kadisdik Mambra, Benediktus Amoiye


Potret.co, Jayapura - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Benediktus Amoiye akui adanya permasalahan soal urung dibayarnya gaji Guru di Kabupaten Mamberamo Raya untuk bulan Juni dan Juli 2019, termasuk gaji 13, dan gaji 14 bagi 385 guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemda Mamberamo Raya.

Benediktus menyebut, untuk gaji bulan Juni, dari 385 orang, sisa 5 guru yang belum dibayar. Lalu, bulan Juli, sisa 13 guru yang belum dibayar. Sementara untuk gaji 13, dari 385 guru termasuk ASN, 110 orang, dan gaji 14, sisa 90 orang guru yang belum dibayarkan, hingga total yang harus dibayar mencapai lebih dari 1.3 miliar.

"Awal persoalan adalah adanya penertiban atas pembayaran gaji guru. Yang awalnya dilakukan secara transfer ke rekening gaji masing-masing guru, selanjutnya atas berbagai persoalan hingga diubah kecara manual, dengan pembayaran di Dinas Pendidikan,"katanya.

Perubahan sistem itu atas banyaknya guru yang disinyalir tidak bertugas ditempat tugasnya, dan bahkan ada yang diluar daerah.

"Ini sebetulnya untuk menertibkan para guru, sehingga kalau mau ambil gaji, langsung datang ke dinas. Dan beberapa orang yang belum dibayar itu karena mereka tidak ditempat,"ucapnya.

Diungkapkan lagi, pasca adanya kisruh mogok mengajar dari beberapa guru di wilayah itu, dan menuding kesalahan pada Dinas Pendidikan, pihaknya mengaku tidak sepenuhnya benar.

"Jika mau gaji ya kerjakan kewajiban, jangan menuntut hak, sementara kewajiban tidak dilaksanakan. Namun kami pastikan, akan membayar yang belum mendapatkan haknya, hanya harus melaksanakan tugas,"ucapnya.

Diakui Benediktus, atas kisruhnya pembayaran gaji tersebut,  terjadi permasalahan, yang kini telah ditangani pihak Polres Mamberamo Raya. Diakui, uang gaji yang belum dibayarkan kepada guru yang diduga ditilep oleh oknum juru bayar berinisial FW. 

"Kita masih cari dia ini (FW,Red), dia bawa uang itu, informasinya di Biak sekarang. Meski ada hal lain juga yang menjadi permasalahan, yakni guru yang tidak ada di Mamberamo Raya, nitip ke temennya untuk mengambil uang, dan ternyata uang itu tidak diteruskan kepada guru yang berhak,"katanya.

Meski begitu, dirinya menegaskan lagi, bahwa hak itu akan tetap dibayarkan, dengan catatan yang bersangkutan bisa kembali melaksanakan tugas sebagai abdi masyarakat.

"Bupati telah menggapi serius atas ini, dan hak -hak itu akan tetap dibayarkan,"katanya lagi.

Benediktus dalam kesempatan itu juga mengklarifikasi pemberitaan di media massa dan media sosial yang menyebut semua guru di Mamberamo Raya belum mendapatkan gaji, hingga adanya aksi mogok mengajar.

"Bahasa tidak dibayarkan itu keliru, tidak benar, kami yang punya data. Yang mereka bilang itu, apakah punya data atau tidak. Jangan tidak ada data batu langsung ekspous. Pasca persoalan itu, kami langsung mengumpulkan data, dan yang ada beberapa memang belum menerima, tapi bukan semua,"tegasnya lagi.

Pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh ASN,  termasuk guru-guru di Mamberamo Raya untuk kembali melaksanakan tugasnya mengajar. Bukan turut demo dan berkoar gaji belum dibayarkan.

"Kalau sudah dibayar ya silahkan kerja, silahkan laksanakan tugas. Tidak usah ikut koar-koar demo,"tegasnya.

Dirinya juga meminta Polda Papua mengusut penghasut aksi demo mogok mengajar yang dilakukan oleh guru, termasuk FW yang diduga menilep uang gaji.

Data yang diperoleh, jumlah uang gaji yang harusnya dibayarkan kepada para guru yakni, untuk bulan Juni, sebesar Rp. 16.190.623, bulan Juli sebesar Rp. 32.783.127, gaji 13 sebesar 746.343.000, dan gaji 14 sebesar 327.970.900, yang tersebar pada 76 SD, 18 SMP dan 4 SMA di Mamberamo Raya. (Min)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment