Isu 14 Desember Hambat Papua Maju, Warga Diminta Tak Terprovokasi

By Admin 11 Des 2020, 20:41:44 WIB POLITIK
Isu 14 Desember Hambat Papua Maju, Warga Diminta Tak Terprovokasi

Keterangan Gambar : Ketua DPD PMT Provinsi Papua Ali Kabiai. Ist


Jayapura, Potret.Co - Ketua DPD PMT Provinsi Papua Ali Kabiai menyatakan bawah isu Papua merdeka membuat masyarakat Papua semakin tertinggal dan terbelakang. Untuk itu, pihaknya minta warga tak lagi terprovokasi dengan isu tersebut. 

 

“Masyarakat jangan terpengaruh dengan isu 14 Desember, karena hanya akan membuat kita semakin kebelakang, saat ini mari kita berpikir bagaimana membangun Papua ini lebih baik lagi dalam konteks NKRI,” kata Ali melalui rilisnya diterima Potret.Co, Jumat (11/12/2020).

 

Ia menjelaskan bahwa kelompok yang selalu menyuarakan Papua merdeka hanya berpangku tangan dan tak berbuat apapun untuk kemajuan Papua. 

 

 “Kelompok-kelompok yang selalu mengatasnamakan perjuangan untuk Papua Merdeka, apa yang sudah mereka buat selama ini untuk Papua, tidak ada. Bahkan bisa dibilang hanya menghambat kemajuan orang Papua itu sendiri,” ucap Ali. 

 

Ali menekankan kepada kelompok yang menyuarakan hari kemerdekaan Papua agar berhenti memprovokasi masyarakat Papua, karena provokasi, hasutan yang dijanjikan hanya akan membuat masyarakat Papua selalu tertinggal karena diberi harapan yang tidak mungkin terwujud.

 

“Masyarakat tidak terpengaruh dengan isu tersebut, karena dari tahun ke tahun seperti begitu saja, hanya untuk mencari perhatian dunia,” tegasnya. 

 

Untuk itu, Ali kembali berpesan kepada warga Papua bangun dari mimpi Papua merdeka yang selama ini.

 

Ia mengatakan kita dilelapkan dengan nyanyian Papua merdeka, tinggalkan mimpi-mimpi itu. Dimulai dari diri sendiri, untuk bekerja lebih baik lagi dalam menatap masa depan yang lebih baik dan lebih jelas dan nyata, tidak ada kata Papua merdeka, yang ada adalah merdeka dari kebohongan.

 

Ia menambahkan munculnya isu tanggal 14 akan dilaksanakan kegiatan sebagai Hari Kemerdekaan Melanesia Barat yang dulu dipimpin oleh DR. Thomas Wanggai yang sekarang diteruskan oleh DR. Septian Paiki. 

 

"Dahulu Thomas Wanggai berjuang itu di era Presiden Soeharto, di era dimana siapapun yang mencoba merongrong kedaulatan bangsa dan negara akan di basmi, cuma waktu itu beliau ( Dr Thomas Wanggai ) berjuang bukan untuk membentuk suatu negara tetapi untuk membuat pemerintah pusat di era tersebut untuk lebih memperhatikan Papua yang saat itu bernama Irian Jaya," kata Ali.

 

Pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah Papua dan tidak terkesan sentralistik, jadi jika ada tokoh - tokoh yang sekarang berbicara tentang eksistensi negara Melanesia Barat maka saya ingin menjelaskan bahwa hal itu tidak benar, perjuangan Negara Melanesia Barat sudah selesai, segala perjuangan  tentang kemerdekaan Papua atau untuk membentuk negara di era reformasi ini sudah melenceng jauh dari perjuangan di era Soeharto.

 

“Kita tahu sendiri di era Soeharto segala bentuk organisasi yang merongrong kedaulatan bangsa dan negara akan dibasmi sampai habis, jadi sekarang jika ada kelompok masyarakat yang berteriak Merdeka, saya rasa itu hanya sebuah lelucon dan mimpi belaka,” kata Ali. (Ash/min) 


 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video