Inilah 10 Aksi Teror KKB di Papua Sejak Awal 2019

By Admin 05 Jul 2019, 15:42:02 WIB NASIONAL
Inilah 10 Aksi Teror KKB di Papua Sejak Awal 2019

Keterangan Gambar : Polda Papua tengah menggelar rekontruksi salah satu kasus penembakan di wilayah Pegunungan Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata. (Dok Mas)


Potret.Co, Jayapura - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus menunjukan eksistensinya melalui aksi teror penembakan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan di Papua. Polda Papua pun mencatat setidaknya ada 10 aksi teror kelompok tersebut di daerah rawan sejak awal tahun 2019. 

Total tujuh orang meninggal dunia dalam teror penembakan di Papua. Enam korban tewas diantaranya merupakan aparat keamanan TNI dan Polri, sedangkan satu sisanya merupakan warga sipil. 

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Albert Rodja menyebutkan, teror penembakan kelompok kriminal bersenjata sejak awal 2019 terjadi di wilayah hukum Polres Jayawijaya dan Polres Puncak Jaya. 

Polda Papua mencatat Lima anggota TNI, satu anggota Polri dan seorang warga sipil meninggal dunia dalam serangan tersebut. Sementara korban berjumlah delapan orang, terdiri dari enam anggota TNI dan dua anggota Polri.

 “Jadi ada 8 anggota yang mengalami luka-luka akibat seranga kelompok kriminal bersenjata,” terang Jenderal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kepada awak media di Aula Rastra Samara Polda Papua, baru-baru ini. 
 
Jenderal yang pernah menjabat Kapolda Papua Barat ini menyebutkan, KKB masih menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan bagi warga masyarakat dan aparat keamanan TNI-Polri di wilayah Papua. 
Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, memastikan Polda Papua bersama Kodam XVII/Cenderawasih terus bersinergi untuk melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata di Papua.
Namun, kata mantan Wakapolresta  Depok ini, medan yang sulit menjadi kendala dalam upaya pengejaran terhadap kelompok tersebut.

 "Kami terkendala medan yang cukup sulit dan cuaca yang ekstrim. Kami tidak pungkiri kita kalah medan dengan mereka (KKB) ketika terjadi kontak tembak dan upaya pengejaran," ujarnya.
 
Berikut 10 aksi teror penembakan KKB di Papua versi Polda Papua :

9 Januari 

Penghadangan terhadap aparat keamanan di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 8.55 WIT.  

18 Januari 

Penyerangan terhadap aparat keamanan di Kampung Gombru, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 12.50 WIT. Penyerangan itu berlanjut kontak tembak antara kelompok Legagak Telenggen dengan Tim Satgas Nanggala saat melaksanakan pembersihan sektor Tim Nanggala 4 dibawah pimpinan Lettu Inf Sigit. 

28 Januari 

Penyerangan terhadap anggota Pos Mapenduma Satgas Pam Rahwan Yonif RK 751 VJS di Bandara Mapenduma, Kabupaten Nduga, sekitar pukul 10.00 WIT. Penyerangan itu menyebabkan dua prajurit TNI tertembak. 
  
2 Februari 

Penembakan terhadap warga sipil saat menjaga kiosnya di Kampung Wiyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 17.49 WIT. Penembakan yang terjadi persis di depan SMU Negeri 1 Mulia itu menyebabkan satu orang tewas. 

7 Maret 

Kontak tembak antara kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya dengan anggota Satgas Nanggala di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, sekitar pukul 18.00 WIT.

20 Maret  

Penyerangan terhadap Satgas Belukar  di Bandara Distrik Mugi, Kabupaten Nduga. Satu anggota Brimob meninggal dunia dan dua anggota lainnya menderita luka tembak akibat serangan kelompok Egianus Kogoya. 

15 April

Kontak tembak antara kelompok Egianus Kogoya dengan Satgas Yonif RK 321 GT, di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga.

23 April 

Penembakan saat proses evakuasi Prada Khoirul ke Helly Bell HA – 5179 di halaman Kantor Distrik Nirkuri, sekitar pukul 10.45 WIT. 

13 Mei 

Penyerangan terhadap anggota Satgas YR 321 GT yang tengah berpatroli  dan pengecekan sumber air di ujung Bandara Mugi, Kabupaten Nduga, sekitar pukul 11.15 WIT. Penyerangan itu menyebab satu prajurit TNI atas nama Pratu Kasnum tertembak pada bagian punggung kiri tembus bahu depan. (mas)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment