Ini yang Dibahas Kepala BI Papua dan Stakeholder di Atas Kapal Wisata Youtefa

By Admin 12 Feb 2020, 18:55:41 WIB EKONOMI
Ini yang Dibahas Kepala BI Papua dan Stakeholder di Atas Kapal Wisata Youtefa

Keterangan Gambar : Suasana pertemuan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga bersama stakeholder di atas Kapal Wisata Youtefa di perairan Teluk Youtefa, Kota Jayapura.


Jayapura, Potret.co  – Untuk pertamakalinya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengadakan pertemuan dengan stakeholder di atas Kapal Wisata Youtefa.
Pertemuan yang dikemas dalam kegiatan joy sailing (berlayar dengan gembira) bertajuk ‘Memperkuat Sinergi, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Papua’.

Tiga poin penting dibahas dalam pertemuan tersebut, pertama, perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit di Papua, kedua, dampak penurunan sektor pertambangan terhadap stabilisasi sistem keuangan, ketiga, dampak Virus Corona terhadap pelaksanaan ekspor dan impor Papua.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, pertumbuhan  DPK di Papua tahun 2019 tercatat sebesar 13,28 persen, lebih besar dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 6,54 persen.

Adapun nilai DPK pada triwulan IV tahun 2019 tercatat sebesar Rp45,72 triliun, dengan proporsi tertinggi adalah tabungan sebesar 53 persen atau Rp24,93 triliun, giro 26 persen atau Rp11,73 triliun, dan deposito 21 persen atau Rp9,59 triliun.

Sementara, selama tahun 2019, perbankan di Papua mencatat pencapaian  pertumbuhan kredit sebesar 7,78 persen, lebih besar dari pertumbuhan nasional sebesar 6,08 persen.

“Nilai kredit pada triwulan IV tahun 2019 sebesar Rp32,32 tirliun, dengan proporsi tertinggi pada kredit konsumsi 48,4 persen atau sebesar Rp15,65 triliun, kredit modal kerja 32,9 persen atau sebesar Rp10,64 triliun, dan kredit investasi sebesar 18,6 persen atau Rp6,02 triliun,”ujar Naek, Rabu (12/2/2020).

“Kinerja perbankan Papua didukung oleh penurunan Non Performing Loan (NPL) yang sebelumnya tercatat 2,59 persen pada Desember 2018 menjadi 1,99 persen pada Desember 2019, dan berada pada batas aman NPL kurang dari 5 persen,” lanjut Naek.

Loan Deposito Ratio (LDR) di Papua tercatat sebesar 70,68 persen, masih dibawah LDR nasional sebesar 94,75 persen. “Artinya banyak sekali peluang yang belum dimasuki oleh sektor perbankan disini, oleh sebab itu dari sinergi ini perlu diciptakan sumber – sumber pertumbuhan ekonomi baru, bukan hanya bergantung pada sektor konsumtif, namun juga ada investasi dan modal kerja,” ucapnya.

Naek menyebutkan, untuk modal kerja, pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu faktor kunci sehingga perbankan bisa menyalurkan kreditnya atau juga untuk kredit produktif dan investasi.

“Kredit investasi Penanaman Modal Asing (PMA) luar biasa hampir 30 kali lipat dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ini menjadi peluang dan tantangan bagi perbankan kedepannya,” kata Naek.

Sementara, pada tahun 2019, total ekspor Papua mengalami penurunan -67,5 persen menjadi 1,28 miliar dolar Amerika dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 3,94 miliar dolar Amerika.

Proporsi ekspor ke China selama tahun 2017 hingga 2019 mengalami tren peningkatan sebesar 18,4 persen menjadi 43,2 persen. Tahun 2019, nilai ekspor Papua sebesar 552,7 juta dolar Amerika.

“Memang 94,64 persen total ekspor ke China adalah biji tembaga, jadi negara ini salah satu penyumbang devisa bagi Papua dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Naek menyebutkan, apabila diberlakukan pemberhentian ekspor ke China, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian di Papua.

Dari sisi impor, komoditas yang terindikasi merupakan barang impor dari China adalah bawang putih. Naek mengatakan, harga bawang putih yang semula pada Desember 2019 pada kisaran Rp35-52 ribu per kilogram, kini berada pada kisaran Rp45-60 ribu per kilogram.

“Apabila diberlakukan pemberhentian impor bawang putih, akan mempengaruhi harga bawang putih di Jayapura, karena bawang putih yang diperoleh dari Surabaya, Jawa Timur berasal dari China,” kata Naek. (Zulkifli)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment

Loading....



Jejak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video