HIPMAJA Minta DPRD Jayawijaya Kritis Ke Pemda

By Admin 24 Feb 2020, 10:27:15 WIB POLITIK
HIPMAJA Minta DPRD Jayawijaya Kritis Ke Pemda

Keterangan Gambar : Jumpa pers oleh BP - HIPMAJA DI Asrama Nayak Kamkey Abepura


Potret.co, Jayapura - Badan pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Jayawijaya (BP - HIPMAJA) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayawijaya masa bakti periode 2019 - 2024 untuk proaktif menggunakan kewenangannya sebagai fungsi pengawasan dan kontrol terhadap kinerja Pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Ketua BP - HIPMAJA Elius Wenda saat menggelar jumpa pers bersama awak media di Asrama Nayak Kamkey Abepura, Sabtu (22/2) sore.

"Kami berharap DPRD ini segera membuat regulasi, perdasus dan perdasi dalam kebijakan yang di buat oleh pemerintah Jayawijaya. DPRD periode ini harus lebih kritis terhadap semua permasalah yang ada di Kabupaten Jayawijaya, jangan seperti periode sebelumnya yang masih pasif,"kata Elius.

Elius yang juga didampingi Sekretaris BP - HIPMAJA meminta kinerja DPRD Jayawijaya dan anggotanya ini berharap DPRD Jayawijaya mampu mengakomodir semua aspirasi rakyat Jayawijaya. 

"Kebijakan-kebijakan yang lahir dari tokoh politik, akan membuat kebijakan yang dibuat itu tidak lahir dari aspirasi rakyat. Namun aspirasi politik, dan yang terjadi adanya penyumbatan siklus politik,"katanya lagi.

Sementara, menurutnya, pihak legislatif hanya melakukan pengesahan, tanpa melihat semua faktor yang didasari kemauan rakyat. 

"DPRD harus pro aktif mengawasi dan mengkritisi semua kebijakan yang di keluarkan pemerintah jangan hanya manggut - manggut saja, karena kebijakan yang bertabrakan dengan aturan - aturan lain, atau kebijakan yang tidak mengakomodir aspirasi rakyat harus di kritisi oleh wakil rakyat, Termasuk adanya penggunaan anggaran yang tidak tepat,"tegasnya.

Semisal, kata Elius, soal penggunaan dana Otsus Papua. Sebesar 80 persen dana OTSUS di gelontorkan ke Daerah, namun kenyataanya belum menyentuh rakyat Papua, khususnya yang ada DI Jayawijaya.

"Ini sudah mau berkahir, namun kami belum melihat ada keberhasilan yang signifikan dari OTSUS itu. Maka kami minta DPRD Kabupaten Jayawijaya harus mengkritisi dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait penggunaan dana Otsus, jangan hanya diam saja, dan jangan ditutup-tutupi,"harapnya.

Sementara itu Melianus Asso, menyoroti soal pembagian Tupoksi masing-masing  anggota dewan, agar visi misi yang mereka sampaikan kepada masyarakat saat kampanye segera terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat.

"Jadi kami minta pemerintah kabupaten Jayawijaya segera melakukan pembagian tupoksi kepada anggota DPRD yang sudah terpulih kemarin, katanya.

Selain itu, sebagai Mahasiswa Jayawijaya dia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah Jayawijaya dalam hal ini fasilitas asrama yang kurang memadai dan juga ada beberapa teman yang masih kuliah dari semester 2, 3 dan 4 belum mendapatkan biaya study, yang ada itu hanya study akhir.

"Kamiu harap pemerintah yang baru ini agar mendorong sesuai dengan visi misi bapak bupati dan wakil bupati saat kampanye bahwa akan segera melakukan proses penyaluran biaya study ini dalam jenjang persemester, jadi visi misi itu belum terlaksana jadi kami mengingatkan kembali," katanya. (Surya/min)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment