H-6 Pencoblosan, Ketua PPS Kelurahan Waena Berulah
Kodrat: Kami tidak ingin penetapan KPPS ada kepentingan

By Admin 12 Apr 2019, 23:20:39 WIB POLITIK
H-6 Pencoblosan, Ketua PPS Kelurahan Waena Berulah

Keterangan Gambar : Kepala Kelurahan Waena Kodrat Tokayo saat memberikan keterangan pers di halaman kantor Lurah Waena Kamis 11 April 2019. (Foto: Asham)


Potret.Co, Jayapura - Kepala Kelurahan Waena Kodrat Tokayo berang akibat ulah ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dimana, Ketua PPS menetapkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidak sesuai nama yang diajukan oleh RT/RW atau Lurah setempat.

Selain mengubah nama-nama KPPS yang sudah ditunjuk, ketua PPS juga memindahkan nama Daftar Pemilihan Tetap (DPT) ke Tempat Pemilihan Sementara (TPS) yang lain. Sehingga nama- nama DPT di wilayah Waena menjadi acak.

Parahnya lagi, ketua PPS tidak melakukan pengumuman secara terbuka kepada nama-nama KPPS yang ditetapkan. Bahkan selama ini ketua PPS tak pernah berada di sekretariat di kelurahan.

Akibat tindakannya, kepala kelurahan Waena mengumpulkan ketua RT dan RW setempat yang berjumlah 14 RW dan 62 RT untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan di oleh kapolsek Heram IPTU Alfrit B. Nadek dan Polsek Abepura Clief G.P Kuwith.

“Proses penetapan KKPS itu tidak sesuai dengan peraturan berlaku. Aturannya pengumuman harus dilakukan secara terbuka di Kantor Lurah. Tapi ini tidak," Ucap Kodrat Tokayo ditemui di halaman kantor kelurahan Waena, Kamis 11 April 2019 siang.

Ia menuturkan agar tidak timbul hal-hal yang merusak pelaksanaan Pilpres dan Pileg akan datang, maka pihaknya memanggil seluruh ketua RT dan RW untuk mengembalikan KPPS yang ganti dan DPT sesuai TPS.

“DPT dan TPS sudah acak. Ini akan menurunkan jumlah pemilih. Ini yang mau kami akan kembalikan ke posisi sebenarnya,” tegasnya. 

Terkait masalah yang ditimbulkan oleh PPS ini, ucap Kodrat Tokayo, pihaknya sudah menyurat ke KPU untuk mengganti PPS tersebut. Namun belum respon hingga sekarang. 

“Terkait PPS, kami sudah dua kali menyurat ke KPU tapi tidak digubris. Kami tidak ingin penetapan KPPS ini ada kepentingan. mereka harus netral betul," ucapnya.

Dengan dimediasi pihak keamanan, pihak kelurahan bersama ketua RT/RW akan menyusun kembali nama-nama KPPS sesuai usulan RT/RW. Kemudian ditetapkan berdasarkan hal itu.

“KPPS yang ditetapkan sesuai dengan usulan RT/RW yang kurang biar nanti PPS yang pilih siapa yang layak,” tandasnya

Sementara kepala Ketua RT 02 RW 13 Gad Hesegem mengatakan pihaknya ingin nama-nama KPPS yang sudah ditetapkan segara diganti.

“Saya di TPS 11 dan TPS 12, tapi nama KPPS yang keluar bukan warga saya. Hanya satu warga saya dari 14 nama KPPS ditunjuk,” ucapnya. (Ham)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment