Fisip Diminta Menjadi Garda Terdepan Untuk Melakukan Perubahan di Uncen

By Admin 29 Nov 2019, 20:45:49 WIB PENDIDIKAN
Fisip Diminta Menjadi Garda Terdepan Untuk Melakukan Perubahan di Uncen

Keterangan Gambar : Anggota MPR RI Yan Permenas Mandenas foto bersama mahasiswa Uncen


Potret.Co, Jayapura - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Yan Permenas Mandenas meminta para mahasiswa Fisip untuk membuat perubahan di Uncen.

 

“Saya mendorong fisip untuk menjadi garda terdepan untuk bagaimana bisa melakukan perubahan di uncen. Tentunya dengan satu catatan strategi komunikasi harus berbeda,” kata Yan Permenas Mandenas usai menggelar dialog kebangsaan dengan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Fisip) Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura belum lama ini.

 

Ia mengatakan, pihaknya lebih banyak memberikan penguatan kepada Mahasiswa dan Kampus supaya mereka bisa membangun sinergi, baik di internal maupun di eksternal. Untuk membangun kesepahaman bersama dalam konsep berpikir kita tentang pembangunan papua dan lebih khusus lagi pembangunan kampus.

 

"Kita mendorong agar kampus uncen ini dibangun menjadi kampus modern. Yang tentunya bisa menyesuaikan konsep pembangunan pendidikan secara nasional dengan mendorong peningkatan pembangunan digitalisasi dalam akses stabilitas sarana dan prasarana kampus baik itu buat dosen maupun mahasiswa," kata Yan.

 

Dengan demikian mahasiswa uncen juga tidak akan ketinggalan dari kampus - kampus lain atau kampus - kampus besar yang ada di indonesia bahkan di Asia.

 

"Kalau untuk dunia kita masih hitung- hitungan. Tapi minimal kita membangun menjadi salah satu kampus terbaik di Asia pasifik," harapnya.

 

Dikatakan, Uncen ini sudah sekian lama melahirkan banyak pemimpin daerah bahkan nasional dan internasional. Baik itu pemimpin pemerintahan, politik, swasta dan lain.

 

 Sampai hari ini, kata Yan, otonomi khusus saja yang dilahirkan oleh uncen, sampai hari ini uncen tidak menjadi prioritas dalam pemberian dana otsus sektor pendidikan. Sehingga perlu uncen bangkit kembali untuk mempertanyakan ini kepada pemerintah.

 

Sejauh mana uncen terhadap kampus yang melakukan inisiasi dan berpartner dengan pemerintah dibawah kepemimpinan Alm. JP. Solossa pada saat itu gubernur papua untuk mendorong terbitnya rancangan UU Otonomi Khusus menjadi UU saat ini.

 

Sejauh mana komitmen pemerintah kembali membangun kampus uncen menjadi partner pemerintah daerah untuk memberikan kajian- kajian secara akademis untuk mendorong percepatan pembangunan. Tapi juga bisa mengkaji isu- isu strategis yang tentunya akan berdampak besar bagi pemerintah dalam mengelolah pembangunan di papua.

 

"ini kami lihat sampai hari ini sangat jauh dari harapan. Sehingga kita dorong agar mahasiswa dan dosen khususnya di uncen melalui fisip uncen kita harap sebagai kampus strategis dan bisa memotori semua konsep dan ide dan gagasan kita ini agar fisip uncen ini selain menjadi fakultas tertua di uncen, fisip ini yang melahirkan kampus uncen ini," ujarnya.

 

Selain itu, fisip harus kembali memotori lagi untuk mempertanyakan sejauh mana perhatian semua stakeholder yang ada baik pemerintah maupun swasta untuk berkomitmen membangun kampus uncen yang sudah dibangun sejak awal dirintis oleh fisip.

 

"kita mempertanyakan komitmen pemerintah provinsi papua terkait dengan implementasi dana otsus dibidang pendidikan yang diberikan kepada uncen untuk pengembangan kampus," katanya.

 

Selain itu, Yan juga minta komitmen pemerintah pusat untuk bagaimana bisa mendorong agar pengembangan kampus uncen ini menjadi kampus modern dengan dukungan sarana dan prasarana kemudian fasilitasnya. Sehingga mahasiswa- mahasiswa di uncen ini bisa di bangun dengan baik melalui dunia kampus, organisasi kemahasiswaan tapi juga lewat dosen- dosen sehingga bisa membentuk karakter dan paradigma mereka berpikir menjadi kelompok generasi penerus, kelompok generasi milenial yang punya wawasan kebangsaan yang baik, wawasan secara nasional dan internasional dan bisa membangun kepemimpinan kedepan yang lebih karismatik dan moderat. Sehingga tidak mengikuti praktek- praktek yang ada. 

 

"Harapan kita dengan begitu lahir generasi- generasi papua yang akan memimpin papua kedepan dengan pola kepemimpinan yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat di era yang akan datang. Apa lagi kita akan menghadapi tantangan kedepan akan lebih besar," tuturnya.

 

Selain kita dituntut sebagai mahasiswa di kampus mereka, tapi juga mereka harus memahami masalah dunia IT. Kalau tidak memahami IT maka mereka akan terbatas dalam mengakses perkembangan dunia.

 

Sehingga hari ini mahasiswa uncen kita harus pacuh untuk bagaimana mereka harus memahami dunia IT. Dunia IT ini penting sekali bagi mereka terutama menggunakan komunikasi informasi. Kemudian juga harus tepat dalam menggunakan media sosial. Karena media sosial ini bisa melahirkan dampak positif dan dampak negatif. Sehingga harus perlu diberikan penyesuain kepada Mahasiswa melalui menyiapkan sarana dan prasarana termasuk fasilitas agar mereka dapat mengakses internet secara baik dan bisa memahami penggunaan internet secara tepat dan benar. (Surya).



 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment