Dukung Pembatasan sosial, GEMAPI Papua Sesalkan Berita Hoax COVID 19

By Admin 31 Mar 2020, 20:44:45 WIB DAERAH
Dukung Pembatasan sosial, GEMAPI Papua Sesalkan Berita Hoax COVID 19

Keterangan Gambar : Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI) saat memberikan keterangan pers Selasa 31 Maret 20


Potret.co, Jayapura - Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Papua dalam menanggulangi wabah COVID 19. Namun, upaya pemerintah dalam menangani virus itu, dimanfaatkan para provokator dan penyebar berita bohong.

"Kebijakan ini adalah hal yang tepat untuk melindungi rakyat Papua. Tetapi yang sangat disayangkan, terdapat oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan menyebarkan beberapa berita hoax, berita bohong dan berita provokatif yang sengaja disebarluaskan," kata Rabiawali, anggota Gemapi Papua, di Sekretariat Gemapi, Selasa (31/3/2020).

ia menyesalkan tindakan oknum-oknum yang menyebarkan informasi bahwa Virus Corona sengaja dimasukkan ke Papua untuk memusnahkan orang asli Papua. Padahal COVID-19 sudah ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO.

"Kami mengecam oknum-oknum yang dengan sengaja memprovokasi dan membiaskan informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan isu COVID-19 sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan kondusifitas Kamtibmas," katanya

Menurutnya, Gubernur Papua telah melakukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan menutup sementara jalur transportasi dalam rangka membatasi perpindahan penduduk dari dalam dan luar Provinsi Papua serta perpindahan penduduk antar kota di Provinsi Papua. 

Hal ini juga diikuti dengan sejumlah kebijakan yang membatasi jam operasional semua aktivitas ekonomi serta meliburkansekolah – sekolah dan kegiatan ASN dilingkungan Provinsi Papua. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

Sementara Sekjen PB Gemapi Papua Guntur Widyaswara dan Nancy selaku anggota Gemapi, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjalankan Social Distancing dan Phsycal Distancing, serta tidak terpengaruh dengan adanya ajakan-ajakan provokasi untuk terlibat dalam aksi ataupun kegiatan yang bersifat massal.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menuruti himbauan Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Pusat terkait pengendalian dan pencegahan penyebaran COVID-19," ujarnya.(Surya).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar

View all comments

Write a comment